Senin 03 Februari 2020, 18:46 WIB

Tingkat SDM Pendidikan, Babel Lanjutkan MoU Dengan UNY

Rendy Ferdiansyah | Humaniora
Tingkat SDM Pendidikan, Babel Lanjutkan MoU Dengan UNY

MI/Rendy Ferdiansyah
Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan (kiri) dan Rektor UNY Prof Sutrisna memperlihatkan naskah MoU.

 

Untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) kembali melaksanakan MoU dengan Universitas Negeri Yogyakarta, Senin (3/2). Gubernur Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan mengatakan MoU bidang pendidikan ini untuk kedua kalinya diperpanjang dan ini akan terus berlanjut.

Ia mengaku MoU ini nanti akan lebih ditingkatkan dengan perjanjian kerja sama (PKS) untuk meng-upgrade guru SMK dan kepala sekolah.

"Ke depannya bukan hanya MoU beasiswa bidang pendidikan S1 dan S2 saja, tetapi akan kita tingkatkan dengan PKS upgrade guru serta kepala sekolah, ditambah dengan koloborasi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) yang ada di SMK-SMK di Babel," terangnya. "Kita harapkan dengan MoU pendidikan dengan UNY ini dapat menciptakan SDM-SDM di bidang pendidikan yang handal."

Sementara itu, Rektor UNY Prof Sutrisna Wibawa menyambut baik perpanjangan MoU pendidikan ini. "Kami gembira dengan kerja sama kedua ini. Tindak lanjut ini harus lebih kongkrit poin per poin untuk diimplementasikan dalam bentuk PKS," kata Sutrisna.

Ia mengaku Babel merupakan provinsi pertama yang sudah mampu menerapkan BLUD di unit sekolah. "Kami sudah mencoba di tahun 2009 lalu, tapi itu tidak bisa dilaksanakan karena pertanggungjawaban uangnya harus ke kas negara. Tapi Babel, keuangan BLUD-nya bisa langsung oleh sekolah. Hanya tinggal pengembangannya saja," terangnya.

Kepala dinas Pendidikan Provinsi Babel. Muhammad Soleh mengatakan, MoU bidang pendidikan dengan UIY ini sudah berjalan sejak 2018 lalu. "Beasiswa untuk mahasiwa S1 dan Paska Sarjana ini sudah berjalan sejak tahun 2018 dengan UNY ini," imbuh Soleh.

Menurut Soleh, mahasiswa yang diberi beasiswa Babel, kuliah di UIY ini adalah calon guru produktif untuk mengajar di SMK. "Mereka kita ikat dengan perjanjian. Setelah selesai kuliah harus menjadi guru honor provinsi untuk SMK," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk tahun lalu anggaran beasiswa pendidikan Rp18 miliar termasuk UNY. "Setiap tahun kita upayakan beasiswa pendidikan ini akan terus kita tingkatkan," ungkap dia.(RF/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More