Senin 03 Februari 2020, 17:51 WIB

BPS: Jumlah Wisman Desember 2019 Capai 1,3 Juta Orang

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
BPS: Jumlah Wisman Desember 2019 Capai 1,3 Juta Orang

MI/MOHAMAD IRFAN
Kepala BPS Suhariyanto

 

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia di Desember 2019 sebanyak 1,3 juta orang atau turun 2,03% bila dibanding Desember 2018, yakni sebanyak 1,4 juta orang. Namun, jumlah turis di Desember 2019 itu naik bila dibanding November 2019 yang hanya 1,2 juta orang.

Penaikan jumlah turis di Desember 2019 itu dinilai wajar lantaran masuk musim libur natal dan tahun baru. "Ini wajar karena Desember ada liburan dan di Eropa musim dingin banyak yang bepergian," kata Kepala BPS Suhariyanto saat menyampaikan rilis di kantornya, Senin (3/2).

Baca juga: Pelantikan ISEI Malang untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bila dihitung secara kumulatif, total wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia pada 2019 mencapai 16,1 juta orang atau naik 1,82% dibanding 2018 yang hanya 15,8 juta turis.

Penaikan jumlah wisatawan mancanegara itu, disebut Suhariyanto, tergolong tipis. Oleh karenanya, ia mengharapkan pemerintah terus menggalakkan promosi pariwisata potensial dalam negeri kepada negara lain.

"Ke depan masih ada tantangan untuk mendatangkan wisman lebih banyak dan juga pengeluarannya meningkat sehingga berdampak pada ekonomi Indonesia," ujarnya.

Bila dilihat dari pintu masuknya, maka transportasi udara masih menjadi favoritnya. Terlihat dari jumlah wisatawan asing yang masuk lewat jalur udara mencapai 839 ribu pengunjung. Bandara Ngurah Rai, Bali, menjadi pintu masuk favorit bagi wisatawan asing. 

"Jumlah wisman besar terjadi di Bandara Ngurah Rai, yang Desember meningkat 10,51% (mtm) 9,9% (yoy) dan Kualanamu 7,85% (mtm), 12,35% (yoy)," jelas Suhariyanto.

Dari sisi komposisinya, Malaysia, Singapura dan Tiongkok menjadi tiga besar negara yang warganya paling banyak berkunjung ke Indonesia. Tercatat jumlah wisatawan yang berasal dari Malaysia mencapai 239 ribu orang atau 17,4%, Singapura 207 ribu orang atau 15,1% dan Tiongkok 154 ribu orang atau 11,2%.

Terkait dengan virus korona, Suhariyanto menjelaskan, penurunan jumlah wisatawan dari Negeri Tirai Bambu itu pasti akan terjadi. Namun ia belum bisa mengungkapkan seberapa jauh tingkat penurunannya.

Akan tetapi, Suhariyanto menitikberatkan, jumlah turis asal Tiongkok ke Indonesia itu terbilang besar. Bila virus korona lama mereda, kemungkinan pula akan berpengaruh pada pendapatan negara dari sektor pariwisata dalam negeri.

Baca juga: Komisi XI dan BPK Adakan Pertemuan, Bahas Jiwasraya?

Pun demikian dengan tingkat ekspor dan impor Indonesia, Suhariyanto tak memungkiri sektor perdagangan juga akan terpengaruh akibat virus tersebut.

"Ekspor dan impor pasti akan berpengaruh juga, kita lihat seberapa besar pengaruhnya. Karena sebagian besar ekspor dan impor kita itu kita lakukan bersama Tiongkok," pungkas Suhariyanto. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More