Senin 03 Februari 2020, 15:47 WIB

Makassar Targetkan Bebas Kusta pada 2025

Lina Herlina | Nusantara
Makassar Targetkan Bebas Kusta pada 2025

M Ghozi
Penderita kusta

 

INDONESIA termasuk dalam tiga besar sesudah India dan Brazil dengan kasus terbanyak penderita kusta. Sebanyak 1.500 anak di Indonesia di bawah usia 15 tahun menderita kusta dengan temuan yang mengalami cacat.

Hal itu disampaikan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, melalui Kepala Seksi Kusta Subdit Penyakit Kronis Menular Langsung, Tiara Pakasi pada Peringatan Hari Kusta Sedunia, di Tribun Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (3/2).

Ia juga menyebutkan, banyak di antara anak penderita kusta, mendapat perlakuan diskriminatif akibat penyakit yang dideritanya itu. Untuk Kota Makassar sendiri, ungkap Kapala Dinas  Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Azikin menyebutkan, jumlah kasus penderita kusta di
Makassar sebanyak 194 kasus. "Saat ini angka prevalensi kusta masih pada angka 1,17 dan target nasional tidak melebihi dari satu," ungkapnya.

Dengan alasan itu, pada 2025, Kota Makassar menargetkan menjadi kota bebas kusta di Indonesia, dengan menggelar pemeriksaan bercak kulit pada 200 orang lebih. Kegiatan itu akan mendapat apresiasi dari Museum Rekor Indonesia (MURI), sebagai pemeriksaan terbanyak yang pernah dilakukan di Indonesia.

Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menegaskan, target bebas kusta itu, menjadi alarm bagi seluruh pihak, utamanya petugas kesehatan untuk turun di tengah masyarakat, menemukan dan mengobati warga yang terindikasi kusta. "Kusta harus kita eliminasi, paling tidak hingga 2025 nanti, Kota Makassar sudah terbebas dari kusta. Upaya ini tidak cukup jika hanya inisiatif petugas kesehatan saja, tapi juga kita minta kepada seluruh kelompok-kelompok masyarakat, untuk ikut membantu menemukan dan mengajak jika melihat ada gejala pada warga kita," urai Iqbal.

Menurutnya, bukan lagi zamannya untuk malu berobat demi kesembuhan. "Silahkan aktif ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan, kusta bisa disembuhkan hingga tuntas," tegas Iqbal saat meluncurkan program eliminasi kusta.

Dekan Fakultas Kedokteran Unhas Prof Budu, sebagai pendamping kegiatan, serta perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin (Perdoski) menjelaskan penyakit infeksi kulit akan terus ada, jika tidak dicegah. "Program elimimasi kusta merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat khususnya bagi penderita kusta di kota Makassar. Ini akan menjadi
program Perdoski sepanjang pendidikan kulit ada di Fakultas Kedokteran Unhas, makanya kami terus mengembangkan kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemkot Makassar," bebernya. (OL-12)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More