Senin 03 Februari 2020, 15:06 WIB

Dampak Virus Korona, Saham Tiongkok Turun Hampir 9%

Nur Aivanni | Internasional
Dampak Virus Korona, Saham Tiongkok Turun Hampir 9%

AFP/DALE DE LA REY
Pekerja berjalan di depan layar monitor yang menunjukkan penurunan indeks Hang Seng akibat sentimen negatif virus korona di Tiongkok.

 

PASAR saham di Tiongkok mengalami penurunan pada pembukaan, Senin (3/2). Hal itu disebabkan oleh berlanjutnya kekhawatiran dampak ekonomi global terhadap wabah virus korona.

Indeks Komposit Shanghai turun 8,7% pada pembukaan Senin (3/2) di tengah gelombang sentimen negatif yang meningkat dalam sepuluh hari selama penutupan pasar yang panjang karena libur Tahun Baru Imlek. Sementara itu, Indeks Komposit Shenzhen turun 9,1%.

"Bloomberg mengatakan bahwa itu adalah penurunan terburuk di pasar Tiongkok sejak 2015 dan berlangsung ketika jumlah korban tewas dari wabah virus korona menjadi 361 dan lebih dari 17.000 orang terinfeksi," sebagaimana dikutip dari The Guardian, Senin (3/2).

Penularan wabah tersebut telah menyebar ke lebih dari 20 negara di seluruh dunia dan menyebabkan adanya larangan bepergian bagi warga Tiongkok ke Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru dan beberapa negara lainnya.

Pihak berwenang Tiongkok telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi kepanikan pasar. Pada Minggu, mereka menyampaikan bahwa mereka bakal menyuntikkan dana sebesar 1,2 triliun yuan dalam likuiditas tambahan.

Baca juga: RS Virus Korona Mulai Terima Pasien

Di sisi lain, Bank Sentral Tiongkok (People's Bank of China/PBOC) menurunkan suku bunga. Capital Economics mengatakan bahwa penurunan suku bunga tidak cukup untuk mengimbangi hambatan aktivitas ekonomi dari wabah virus korona.

Lebih lanjut, kekhawatiran yang berkembang mengenai ekonomi Tiongkok juga mendorong Kementerian Keuangan mensubsidi pembayaran bunga untuk beberapa perusahaan yang terkena dampak wabah virus korona, kata Surat Kabar milik pemerintah, Guangming Daily, Senin, dilaporkan Reuters.

Sebagian besar perhatian global terfokus pada perdagangan di Shanghai dan Shenzhen. Banyak ekonom memperkirakan bahwa virus korona akan berdampak signifikan terhadap perekonomian Tiongkok. Banyak bisnis telah ditutup sebagai bagian dari penguncian untuk menahan virus korona. 

Sementara itu, sebagian besar maskapai penerbangan luar negeri telah menangguhkan penerbangannya dan warga Tiongkok pun dilarang bepergian ke luar negeri.

Goldman Sachs memperkirakan bahwa virus korona dapat menurunkan pertumbuhan Tiongkok menjadi 5,5% untuk tahun ini dari 6,1% pada 2019 dan bisa berdampak kepada ekonomi dunia. (The Guardian/A-2)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More