Senin 03 Februari 2020, 14:52 WIB

Virus Korona di Tiongkok Hambat Beberapa Sektor Ekonomi Domestik

Hilda Julaika | Ekonomi
Virus Korona di Tiongkok Hambat Beberapa Sektor Ekonomi Domestik

ANTARA
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

 

MENTERI Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memprediksi pada kuartal I 2020 ini ekonomi Tiongkok akan mengalami kesulitan lantaran permasalahan virus korona yang masih pelik. Implikasinya beberapa sektor perekonomian Indonesia pun akan terhambat. 

Sri menyebut pengaruh tersebut terjadi terhadap jalur pariwisata, harga komoditas, hingga kegiatan ekspor ke negara tersebut.

"Tapi rasanya kuartal I akan sangat sulit dan nanti pengaruhnya kepada seluruh dunia termasuk Indonesia. Dari mulai jalur tourism, harga komoditas, ekspor kita secara umum akan terkena," ungkapnya di Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Salemba, Jakarta, Senin (3/2).

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan, penyebaran virus korona yang berlarut ini memang akan memukul ekonomi Tiongkok, serta berdampak pada jalannya perekonomian dunia. Pasalnya sejumlah jalur perdagangan dibatasi ketat. 

Ditambah masa penanganan virus korona di masing-masing provinsi pun dinilai akan panjang. Hal ini berdampak pada terhalangnya kegiatan ekspor dan impor Tiongkok dan berlanjut pada konsumsi domestik (domestic consumption) yang akan turun.

"Nanti pasti ada pengaruh yg akan kita lihat ke seluruh dunia terhadap kinerja dari perekonomian Tiongkok. Karena mereka (ekonomi Tiongkok) tentu akan terkena. Dari sisi ekspor tentu akan terkena. Dari sisi domestic consumption mereka pasti akan turun," urainya kepada awak media.

Baca juga: 

Untuk mengantisipasi dampak ekonomi eksternal ini, pihaknya memastikan akan melakukan telaah agar struktur ekonomi Indonesia menjadi lebih berimbang. Ia mencontohkan, dari sisi sektoral yang biasa mengandalkan manufaktur akan dihubungkan (link) ke ekspor atau substitusi impor.

Adapun untuk sektor pariwisata yang tak dipungkiri akan terpengaruh. Pihaknya berupaya agar sektor perdagangan tetap berjalan baik dengan potensi yang dimiliki. Dari sektor pertanian, perikanan, dan pertambangan, kata dia, pun akan dijaga performanya.

Selain itu, Sri Mulyani mengatakan Indonesia akan mengandalkan sektor konstruksi juga. Menurut keterangannya, pihaknya telah mengeluarkan banyak kebijakan untuk memberikan stimulus sektor-sektor konstruksi dan properti.

"Pertanian, perikanan, pertambangan dalam hal ini ketiganya biasanya sangat memengaruhi pulau-pulau di luar Jawa. Mungkin harus kita tingkatkan. Dari sektor konstruksi, kita sudah keluarkan cukup banyak policy untuk meningkatkan dan menstimulus sektor-sektor properti dan konstruksi. Kita harap ada hasilnya di 2020," tutupnya. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More