Senin 03 Februari 2020, 14:09 WIB

Polisi Sita 10 Kg Sabu dan 5.500 Ekstasi di Sumut

Yoseph Pencawan | Nusantara
Polisi Sita 10 Kg Sabu dan 5.500 Ekstasi di Sumut

ANTARA
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin (tengah)

 

POLISI berhasil menggulung komplotan pengedar narkotika di wilayah Sumatra Utara serta menyita sabu dan ekstasi dalam jumlah yang cukup besar. Seorang tersangka dinyatakan tewas setelah ditembak polisi.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin dalam keterangan resmi, Senin (3/2), mengungkapkan Sat Res Narkoba Polrestabes Medan telah mengungkap sebuah kasus tindak pidana narkoba yang merupakan hasil Operasi Antik Toba 2020 Periode 27 Januari 2020 sampai dengan 2 Februari 2020.

"Ada total delapan tersangka yang diamankan. Seorang di antaranya dilakukan tindakan tegas dan terukur, meninggal dunia," paparnya.

Personel Sat Res Narkoba Polrestabes Medan menyita narkotika jenis sabu sebanyak 10.100 gram dan 5.500 butir pil ekstasi. Mereka disangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan hukuman pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar.

Kapolda memastikan pencegahan peredaran sabu sebanyak itu telah menyelamatkan 100.100 anak bangsa dengan asumsi 1 gram untuk 10 pengguna. Sedangkan jumlah anak bangsa yang terselamatkan dari pencegahan peredaran dari jumlah ekstasi yang disita sebanyak 5.500 orang dengan asumsi 1 butir untuk 1 pengguna.

baca juga: Suplai Air Kian Buruk Kinerja PDAM Dipertanyakan

Sebelumnya, Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan AKBP Sugeng Riyadi mengungkapkan, komplotan pengedar narkoba yang ditindak di salah satu hotel di Kota Binjai itu adalah jaringan Malaysia-Aceh-Medan.  Penindakan ini merupakan hasil pengembangan terhadap penangkapan pengedar sabu yang sebelumnya dilakukan Polrestabes Medan. Mereka diyakini menjadi pemasok sabu di Kota Medan. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More