Senin 03 Februari 2020, 14:02 WIB

Suplai Air Kian Buruk Kinerja PDAM Dipertanyakan

Denny Susanto | Nusantara
Suplai Air Kian Buruk Kinerja PDAM Dipertanyakan

ANTARA
Buruknya kualitas air PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin membuat warga memilih membeli air sendiri.

 

KUALITAS pelayanan pasokan air minum PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin dari waktu ke waktu kian memburuk. Dewan Pengawas PDAM diminta segeramengevaluasi kinerja perusahaan BUMD tersebut. Kepala Perwakilan Ombudsman Kalimantan Selatan, Noorhalis Majid, Minggu (2/2) mengatakan dalam beberapa waktu terakhir banyak
keluhan terkait buruknya kualitas air yang dipasok PDAM ke masyarakat. Jangankan memenuhi standar kualitas air minum, air bersih pun tidak karena di sejumlah wilayah sangat keruh.

Menurut Noorhalis Majid penting bagi PDAM untuk menjelaskan kepada publik mengenai penyebabnya.

"Terutama menjelaskan tentang kandungan apa di dalam air PDAM sehingga keruh. Apakah membahayakan bagi masyarakat atau tidak," ungkapnya.

Dewan pengawas PDAM hendaknya juga segera mengevaluasi kinerja PDAM, termasuk kinerja para pejabatnya. Sekiranya keruhnya air PDAM ini
menjadi variabel dalam menentukan kinerja PDAM dan semestinya berpengaruh pada tunjangan kinerja. Bahwa air keruh berimplikasi pada turunnya tunjangan kinerja karyawan dan pejabat PDAM.

Pantauan Media hingga kini keruhnya pasokan air minum PDAM Bandarmasih ke rumah-rumah warga masih terjadi. Akibatnya banyak warga terpaksa beralih mengkonsumsi air kemasan untuk keperluan masak dan minum. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan perekonomian warga.

Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Sopianu mengatakan dari waktu ke waktu kualitas air baku PDAM yang berasal dari Sungai Tabuk dan Sungai Martapura terus menurun. Selain masalah pencemaran bakteri ecoli, PH air yang sebelumnya berada pada kisaran angka 7 turun menjadi 4-5,5.

Hal ini mengharuskan pihak PDAM meningkatkan penggunaan bahan kimia untuk menetralkan atau menambah PH air agar sesuai standar baku mutu. Akumulasi dari semua ini ditambah adanya peningkatan tekanan mesin agar tingkat distribusi air ke masyarakat meningkatkan justru menyebabkan endapan lumpur (sendimentasi) yang membeku di dalam jaringan pipa terurai dan terbawa masuk hingga ke rumah-rumah warga.

baca juga: Ratusan Rumah di Tolitoli Hangus Terbakar

"Memang di beberapa lokasi perumahan masih ada keluhan soal air yang keruh tetapi kami harapkan dalam waktu dekat akan teratasi semuanya," ujarnya.

Diperkirakan 60 persen dari 179 ribu pelanggan PDAM di Kota Banjarmasin terdampak penurunan kualitas air ini. Jaringan perpipaan yang dimiliki PDAM 75 persen dalam kondisi tua berupa pipa galvanis yang dibangun sejak 1995 lalu. Baru 25 persen pipanisasi PDAM berupa PVC dan HDP yang baru dibangun 2006. (OL-3)

 

Baca Juga

ANTARA

Disiplin Prokes 3M masih Rendah di Babel

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 26 November 2020, 13:07 WIB
Disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (covid-19) 3M di Provinsi Bangka Belitung (Babel) belum berjalan maksimal....
MI/Denny Susanto

Perlu Kerja Ekstra Bangkitkan Kembali Kabupaten Tanah Bumbu

👤Denny Susanto 🕔Kamis 26 November 2020, 12:47 WIB
Kondisi Tanah Bumbu kabupaten termuda yang kaya sumber daya alam di Kalimantan Selatan terus mengalami...
Dok Polres Kotawaringin Barat

Basarnas Hentikan Pencarian 7 Penambang Emas

👤Surya Sriyanti 🕔Kamis 26 November 2020, 12:41 WIB
Tim Basarnas Palangka Raya menghentikan pencarian tujuh penambang emas yang diduga terjebak tanah longsor di Desa Sungai Seribu,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya