Senin 03 Februari 2020, 13:15 WIB

SMA Labschool Jakarta Mewakili Indonesia di Ajang HMUN Harvard

Mediaindonesia.com | Humaniora
SMA Labschool Jakarta Mewakili Indonesia di Ajang HMUN Harvard

Ist
35 siswa SMA Labschool Jakarta mewakili Indonesia dalam konferensi HMUN diadakan Universitas Harvard, 30 Januari-2 Februari 2020.

 

KONFERENSI simulasi sidang PBB tingkat SMA sedunia kembali digelar oleh Universitas Harvard. Simulasi sidang PBB di kampus ternama dunia tersebut dikenal dengan nama Harvard Model United Nations (HMUN).

Ajang kompetisi sidang PBB yang diadakan Universitas Harvard ini diselenggarakan pada 30 Januari-2 Februari 2020 di Hotel Sheraton, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Tahun 2020 merupakan pelaksanaan HMUN ke-67. HMUN merupakan ajang konferensi model simulasi sidang PBB tertua dan sangat bergengsi di level internasional. Pesertanya dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun ini ada 4.056 siswa berasal dari 52 negara, termasuk Indonesia. Dari Indonesia, delegasi yang mengikuti HMUN adalah SMA Labschool Jakarta.  

"Tahun ini SMA Labschool Jakarta membawa 35 siswa menjadi delegasi HMUN. Para siswa pilihan tersebut sekarang sedang berlomba, berperan menjadi diplomat di antara ribuan siswa lainnya. Ini adalah kali ke-6 kami mengikuti HMUN," kata Suparno Sastro, kepala SMA Labschool Jakarta dalam pernyataan tertulisnya diterima Media Indonesia, Senin (3/2).
 
Kehadiran para siswa Labschool didampingi Kepala Sekolah Suparno Sastro, Nuniek Qurniasih, Parno Supriatno, dan Doni Zain sebagai pendamping ini diterima oleh Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di PBB, New York dan Dubes PTRI Dian T Djani. Dubes PTRI memberikan motivasi dan dukungan kepada para siswa Labschool di Wisma PTRI New York.

Dalam sambutan pembukaan, Esteban R. Flores selaku Sekretaris Jenderal HMUN 2020 menyampaikan bahwa dalam HMUN, panitia menantang para delegasi untuk memikirkan masalah yang muncul seputar pemerintahan dan PBB. Serta mencari solusi kreatif yang mungkin tidak tertangani dengan baik selama ini, dengan cara bijaksana.

"Tindakan positif sebagai seorang pemimpin internasional, membayangkan dunia yang lebih baik dan bekerja sama dengan yang lain untuk mewujudkannya," kata Esteban R Flores.

Baginya HMUN menjadi lebih dari sekedar keahlian debat dan negosisasi yang akan diasah selama konferensi, namun yang paling penting adalah mewujudkan keseimbangan antara visi dan ambisi.

Di kesempatan yang sama, Sekjen PBB Antonio Guterrres dalam sambutan tertulisnya, menyampaikan bahwa saat ini warga dunia saling terhubung. Konflik, perusakan lingkungan, kemiskinan, dan ketidakadilan berdampak pada setiap orang.

"Kita harus bekerja sama untuk kemanusiaan bersama. Semua orang tua berharap anaknya mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Semua agama mengajarkan nilai-nilai perdamaian. Semua kelompok akan berkembang ketika mereka menghormati kemajemukan," ujarnya.

baca juga: DPR RI Dukung Langkah KLHK Akhiri Kerja Sama dengan WWF Indonesia

Guterres berharap melalui HMUN ini para siswa belajar membangun koneksi, menjadi bagian dari upaya PBB menjaga perdamaian dunia, menjamin HAM, dan memungkinkan semua orang untuk hidup bermartabat. Dia juga menyinggung tentang upaya PBB dan semua negara di dunia untuk mencapai Agenda for Sustainable Development 2030. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More