Senin 03 Februari 2020, 10:00 WIB

Masuk Observasi, Orangtua Mahasiswa Keluhkan Putus Komunikasi

Heri Susetyo | Nusantara
Masuk Observasi, Orangtua Mahasiswa Keluhkan Putus Komunikasi

MI/HERI SUSETYO
Triisuto Kustiandono saat ini hanya bisa memantau perkembangan putrinya, Aprilia Mahardini yang menjalani observasi di Natuna lewat TV.

 

ORANG TUA mahasiswa yang anaknya studi di Wuhan Tiongkok mengeluh tidak bisa komunikasi dengan anaknya yang sedang menjalani observasi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Orang tua berharap pada pemerintah untuk membuka akses agar mereka bisa berkomunikasi dengan anaknya selama observasi di Natuna.

Keluarga Trisuto Kustiandono,53, saat ini hanya bisa memantau perkembangan putrinya, Aprilia Mahardini, yang menjalani observasi di Natuna dari pemberitaan media televisi ataupun media lainnya. Bersama istri Wahyu Karyawati,50, dan anak keduanya Islami Nurillah,13 setiap hari menonton televisi untuk melihat pemberitaan WNI yang dipulangkan dari Wuhan Tiongkok ke Tanah Air.

Aprilia Mahardini adalah satu di antara 238 WNI yang dipulangkan dari Wuhan Tiongkok. Mereka saat ini menjalani observasi di Natuna Provinsi Kepulauan Riau.

Namun semenjak menjalani masa observasi di Natuna, Trisuto mengaku putus komunikasi dengan anak sulungnya itu. Padahal saat masih ada di Wuhan Tiongkok, mereka bisa berkomunikasi setiap hari lewat chatting ataupun video call.

Warga Dusun Tanggul Wetan Desa Tanggul Kecamatan Wonoayu Sidoarjo tersebut mengaku, komunikasi terakhir dengan Aprilia pada saat akan naik pesawat untuk berangkat ke tanah air. Saat itu dia masih bisa video call dengan Aprilia.

"Namun semenjak itu putus komunikasi hingga saat ini," kata Trisuto, Senin (3/2).

baca juga: Rumah Sakit di Daerah Siapkan Ruang Isolasi

Trisuto berharap pada pemerintah untuk memberi akses agar bisa berkomunikasi dengan anaknya. Apalagi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebelumnya sudah menjanjikan bahwa WNI yang menjalani observasi di Natuna tetap bisa melakukan komunikasi dengan pihak keluarga. Aprilia Mahardini adalah mahasiswa Unesa Surabaya semester 7 yang sedang menjalani studi di Wuhan/ bersama 11 teman lainnya. Mereka rencananya menjalani studi di Wuhan selama dua semester. (OL-3)

 

Baca Juga

Dok, Pemkab Jayapura

Bupati Pimpin Langsung Penyemprotan Disinfektan di Jayapura

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Rabu 01 April 2020, 23:17 WIB
Penyemprotan yang dilakukan serentak di Distrik Sentani Kota, Sentani Timur dan Sentani...
Dok. Pemkab Tegal

Wakil Bupati Tegal Donasikan Gaji Untuk Bantu Penanganan Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 01 April 2020, 22:43 WIB
Ardie mengatakan, hal itu dilakukannya karena dampak covid-19 bukan hanya pada segi kesehatan saja, tapi juga berdampak pada kondisi sosial...
AFP

Pemkab Batanghari Bantu Keuangan Warga Terdampak Covid-19

👤Solmi 🕔Rabu 01 April 2020, 21:45 WIB
Pemkab Batanghari bantu puluhan ribu warga yang mengalami kepayahan hidup akibat terdampak pandemic korona atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya