Senin 03 Februari 2020, 09:30 WIB

Kritik Masyarakat Menjadi Penyemangat

Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Kritik Masyarakat Menjadi Penyemangat

Dok. Medcom.id
Kapuspen Kejagung, Hari Setiono

 

BAGAIMANA perkembangan penanganan kasus Jiwasraya?

Hingga saat ini proses penyidikan masih dilakukan. Lebih dari 70 saksi dipanggil oleh Kejaksaan Agung.

 

Apakah akan dikenai pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU)?

Kita lihat dari aliran dana dan penyidikan para tersangka, sangat dimungkinkan jika dikenai pasal TPPU. Tapi kita tunggu penyidikan lebih lanjut karena penyidikan kasus ini sangat tidak mudah.

 

Ada kesan penyidikan berjalan lambat?

Kalau kita lihat kasus ini sebagai megakorupsi, penyidikan sudah sangat cepat. Bayangkan, yang bisa memeriksa 55.000 rekening secara cepat siapa? Sangat sulit dan pasti membutuhkan waktu yang panjang. Walau dikatakan lama, tentu itu memacu kami untuk bekerja lebih keras dan cepat. Tapi penilaian harus logis karena ini bukan kasus kecil.

 

Apakah akan ada tersangka baru dalam waktu dekat?

Hingga saat ini kita masih kumpulkan alat bukti, tapi tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lain. Penyidik sampai saat ini masih konsentrasi pada pemberkasan lima tersangka yang sudah kita tahan.

 

Bagaimana upaya untuk mengembalikan dana nasabah?

Salah satu upaya mengembalikan kerugian negara antara lain penyitaan aset dari para tersangka. Selain itu, pemerintah akan membayar klaim polis yang jatuh tempo.

 

Aset apa saja yang sudah disita?

Hingga saat ini, Kejagung telah menyita sejumlah aset dari para tersangka, yakni rekening efek, rekening kustodian efek, dan rekening kustodian para tersangka. Selain itu, menyita 156 bidang tanah milik Benny Tjokrosaputro di dua wilayah berbeda, yakni 84 bidang tanah di Lebak, Banten, dan 72 bidang tanah di Kabupaten Tangerang.

 

Hanya itu?

Selain rekening dan tanah, kita juga menyita lima mobil mewah dan sebuah moge. Toyota Alphard nopol B 1018 DT dan sebuah motor gede Harley Davidson atas nama Hendrisman Rahim, Mercedes-Benz nopol B 70 KRO atas nama PT Hanson International Tbk, juga, Toyota Alphard nopol B 269 HP milik Harry Prasetyo. Kejagung juga menyita kendaraan milik istri Harry, Rahmanwiryanti, berupa mobil Mercedes-Benz nopol B 926 MRA, Mercedes-Benz nopol B 737 DIR, serta mobil Innova Reborn dan CRV milik Syahmirwan. (Iam/P-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More