Minggu 02 Februari 2020, 21:30 WIB

PB Esports Apresiasi Kompetisi Piala Presiden Esports 2020

Ghani Nurcahyadi | Olahraga
PB Esports Apresiasi Kompetisi Piala Presiden Esports 2020

Dok. PB eSports Indonesia
PB eSports bersama Menpora dan Ketua KONI di Grand Final Piala Presiden eSports 2020

HARI terakhir Grand Final Turnamen Mobile Premier League (MPL) di Piala Presiden eSports 2020, berlangsung semarak di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Minggu (2/2) petang.

Sejumlah pihak pun ikut mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang sudah digelar untuk kedua kalinya itu. Salah satunya dari pengusaha sekaligus politikus  Sandiaga Uno yang juga Dewan Pembina Pengurus Besar Esport Indonesia. .

Sandiaga turut hadir di ICE BSD mewakili Ketua Umum PB Esports, Jenderal (Purn) Budi Gunawan yang berhalangan hadir

"Kini kita lihat bahwa penggemar dan potensinya luar biasa. Saya apresiasi panitia dan pemerintah, empat kementerian juga terlibat dalam ajang ini. Kami dari PB juga seperti bayi yang baru lahir, kami ingin mendorong agar lebih banyak lagi kegiatan yang positif dikerjakan para stakeholder, supaya dapat tumbuh dan berkembang," tuturnya.

"Tahun ini pesertanya, penggemarnya juga meningkat. Semoga secara kolektif, bisa ditata regulasinya, kompetisinya bisa dibina agar bisa jadi atlet kelas dunia. Indonesia punya itu semua. Insya Allah di Olimpiade, Indonesia bisa berkibar. Aaminn," tambahnya.

Sebagai catatan, Piala Presiden eSports 2020 merupakan kolaborasi Indonesia Esports Premier League (IESPL), Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Di momen itu, Sandiaga juga turut berbincang dengan Rahman, pemenang gim Mobile Premier League.

 

Baca Juga: BNI 46 Beri Pelajaran sang Juara Bertahan Samator

 

"Dia bilang sudah enam bulan. Lalu saya bertanya mau diapain uangnya kali ini. Katanya akan dipakai untuk umroh orang tuanya. Jadi ini sebuah kisah yang inspiratif," ungkap Sandiaga.

"Saya juga teringat waktu saya masih muda, sering dimarahin sama ibu saya karena main basket melulu. Pulang sekolah main basket sampai hitam dan kuncinya adalah bagaimana sosialisasi atau komunikasi. Waktu itu tentunya orang tua ingin nilai anak-anaknya bagus. Akhirnya bagaimana komunikasi antara anak sama orang tua dan bagaimana membagi proporsional waktu. Tugas anak selain daripada dia menuntut ilmu juga ada salah satu penyaluran hobinya," paparnya.

Sandiaga menilai eSports harus segera ditata dengan pembentukan regulasi yang jelas agar ke depan dapat melahirkan prestasi eSports Indonesia di kancah dunia.

"Banyak sekali lapangan kerja untuk menggerakkan ekonomi kita. Caranya harus mengarahkan agar support kami di sini punya tugas dan tanggung jawab agar kegandrungan anak-anak muda untuk tentunya berkecimpung dalam kegiatan impor game dan lain sebagainya ini bisa diarahkan ke hal-hal yang positif. Jadi itu tugas kita sama-sama dan sosialisasinya harus out kita butuh juga temen-temen dari media untuk ikut menyakinkan," pungkasnya.(RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More