Minggu 02 Februari 2020, 21:00 WIB

ICM Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Apartemen Kelolaannya

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
ICM Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Apartemen Kelolaannya

Ilustrasi
Virus Corona

 

PERUSAHAAN konsultan pengelolaan properti, Inner City Management, menyiapkan berbagai langkah untuk mencegah potensi penyebaran virus korona baru (2019-nCOV) di apartemen yang dikelolanya karena wabah itu telah menjadi perhatian serius dunia internasional.

Chief Operating Officer ICM Krisdiarto Adipranoto mengatakan, saat ini ada sekitar 40 apartemen yang dikelola oleh ICM. Dari seluruh apartemen tersebut, terdapat juga penghuni warga negara asing.

Oleh karena itu, perusahaan bergerak cepat melakukan berbagai upaya antisipasi dan pencegahan penyebaran Virus Corona di lingkungan apartemen.

“Saat ini terdapat sekitar 40 site apartemen yang dikelola, yang di dalamnya terdapat banyak warga negara asing dan penghuni yang sering bepergian ke luar negeri, termasuk ke China,” kata Krisdiarto dalam keterangan tertulisnya

Virus korona pertama kali merebak di Kota Wuhan, Tiongkok pada akhir Desember 2019 dan menyebar ke berbagai negara. Virus yang diyakini pertama kali berasal dari Pasar Seafood Huanan tersebut telah menginfeksi 12.000 orang. Hingga Minggu (2/2/2020), jumlah korban tewas akibat virus tersebut ada sebanyak 305 orang.

Hampir semua negara, termasuk Indonesia melakukan upaya pencegahan dan antisipasi masuk dan tersebarnya virus ini di masing-masing wilayahnya. Selain memperketat pengawasan terhadap orang dari dan menuju Tiongkok di bandara dalam negeri dengan menyediakan alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner), pemerintah juga gencar melakukan sosialisasi tentang pencegahan dan penanganan korban yang positif terinfeksi.

Menurut Krisdiarto, berbagai langkah dilakukan ICM untuk mendukung berbagai upaya pemerintah tersebut. Saat ini, ICM secara proaktif menjalankan program Antisipasi dan Pencegahan Penyebaran virus korona di Lingkungan Properti Kelolaan dengan melibatkan semua departemen, terutama yang bertugas sebagai frontliner (receptionist, customer service, dan security).

 

Baca Juga: Menteri Erick Puji Gerak BUMN Bantu WNI Terdampak Virus Corona

 

ICM telah memiliki prosedur standar operasional penanganan virus. Berdasarkan prosedur yang ada, terdapat beberapa langkah yang dilakukan. Pertama, melakukan identifikasi data hunian, terutama penghuni yang berasal atau baru kembali dari Tiongkok. Kedua, melakukan sosialisasi tentang virus korona via Channel 1 (televisi lokal apartemen) dan majalah dinding.

Ketiga, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Dalam melakukan sosialisasi, kata Krisdiarto, ICM berpedoman pada sumber-sumber resmi, seperti website Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

ICM juga telah menyiapkan perlengkapan yang perlu untuk cegah tangkal virus korona di setiap apartemen, di antaranya: infrared thermometer, masker, dan cairan antiseptik.

Semua petugas di frontliner juga telah diberikan pelatihan penggunaan alat serta prosedur penanganan di lapangan.

“Jika ada tamu datang, khususnya dari luar negeri akan dilakukan pengukuran suhu tubuh, kalau ada gejala flu, maka akan diberikan masker, agar tidak ada penyebaran virus. Jika ada yang terindikasi, kami akan membawa ke rumah sakit rujukan penanganan Virus Corona yang ditetapkan pemerintah,” tegas Krisdiarto.

Agar lebih terkoordinasi, ICM juga mendirikan posko pencegahan virus korona per kawasan yang dipimpin seorang apartment manager. Semua ini dilakukan agar kenyamanan dan keamanan berhuni di apartemen tetap terjaga, serta tidak menimbulkan keresahan para penghuni.

Krisdiarto menambahkan, mengingat banyak penghuni yang melakukan perjalanan ke luar negeri, lingkungan apartemen menjadi salah satu tempat rawan bagi penyebaran virus. Untuk itu ICM terus berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

“ICM sangat serius menerapkan cegah tangkal virus korona di lingkungan apartemen,” kata Krisdiarto.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia Handayani dalam mengapresiasi dan memberikan respons positif terhadap berbagai langkah ICM. Menurutnya, apa yang dilakukan perusahaan konsultan pengelolaan properti ini sangat membantu pemerintah, terutama Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

“Dengan keterbatasannya, pemerintah tidak mungkin mengawasi semua pergerakan warga. Karena itu, peran serta masyarakat dan swasta sangat perlukan. Kami sangat mengapresiasi dengan apa yang dilakukan ICM, dan kami berharap dapat dicontoh oleh pengelola-pengelola gedung di seluruh Indonesia,” kata Dwi.

Dinas Kesehatan DKI sendiri, kata Dwi, telah membuka call center untuk menerima laporan warga terkait Virus Corona dengan nomor 081388376955.

Selain itu warga dapat menghubungi Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) di nomor 119 atau layanan darurat di nomor 112. Dia mengimbau agar warga segera melapor jika terdapat gejala-gejala terkait Virus Corona. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More