Senin 03 Februari 2020, 06:30 WIB

Harus Bijak Sikapi Pinjaman Online

(Ant/S-3) | Ekonomi
 Harus Bijak Sikapi Pinjaman Online

ANTARA/Ganet Dirgantoro/pri.
Ekonom Bank BNI, Ryan Kiryanto memberikan penjelasan mengenai pentingnya masyarakat mempelajari klausul sebelum mengajukan pinjaman online.

 

KETUA Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi minta masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan pinjaman online agar tidak terjebak kredit macet.

"Pengaduan yang masuk di Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dan YLKI pada 2019 sebanyak 46,9% ialah jasa keuangan, yakni pinjaman online," katanya pada forum grup diskusi bertema Dewasa dalam menyikapi pinjaman online, di Jakarta, pekan lalu.

Menurut dia, kemajuan teknologi digital saat ini tidak dibarengi pengetahuan masyarakat. Tren masyarakat cenderung setuju dengan pinjaman tanpa memperhatikan klausul pada pinjaman online sehingga saat terjadi masalah mereka berada di pihak yang lemah. "Akibat pinjaman online ini banyak kasus mulai dari bunuh diri bahkan keretakan rumah tangga."

YLKI berharap pemerintah segera menerbitkan undang-undang yang mengatur data pribadi agar masyarakat terlindungi dengan banyaknya perusahaan yang bergerak di bidang pinjaman online.

Ketua Harian Asosiasi Fintech Lending Indonesia Kuseryansyah mengatakan pesatnya pertumbuhan fintech di Indonesia akibat tingginya kesenjangan kredit dari perbankan.

Dia menjelaskan dari Rp1.600 triliun kebutuhan kredit di masyarakat hanya Rp600 triliun yang dapat terlayani, sedangkan sisanya Rp1.000 triliun belum bankable. Hal ini yang membuat fintech tumbuh pesat dalam tiga bulan terakhir.

Kesenjangan ini akibat ketatnya syarat mendapatkan pinjaman bank. Sementara itu, untuk fintech dengan inovasi di bidang teknologi data mampu menyisir masyarakat yang belum tersentuh perbankan (unbankable).

"Kalau di 2017 baru 7 platform lending yang terdaftar, saat ini jumlahnya mencapai 164 platform. Dari jumlah itu, 24 yang sudah mendapatkan izin, sedangkan sisanya masih dalam proses." (Ant/S-3)

Baca Juga

Antara/Adwit B Pramono

Himbara Salurkan Dana Pemerintah Rp 11 Triliun ke UMKM

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 07 Juli 2020, 18:35 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan penyaluran kredit untuk sektor UMKM berasal dari penempatan dana pemerintah sebesar Rp 30...
MI/Ramdani

19 RUU Jadi Prioritas Sri Mulyani, Termasuk Redenominasi Rupiah

👤Henri Siagian 🕔Selasa 07 Juli 2020, 18:05 WIB
Wacana RUU Redenominasi sempat mengemuka pada 2011 antara lain digaungkan oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu Darmin Nasution dan Menteri...
Dok/PLN

Ungguli Malaysia dan Jepang, PLN Berpengaruh dalam Tekan Karbon

👤Raja Suhud 🕔Selasa 07 Juli 2020, 16:56 WIB
Perusahaan-perusahaan listrik dianggap memiliki peran penting sebagai pendukung tercapainya energi rendah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya