Senin 03 Februari 2020, 04:40 WIB

Kebutuhan Persiapan Atlet Dijamin Pemerintah

(Mal/Ant/R-3) | Olahraga
Kebutuhan Persiapan Atlet Dijamin Pemerintah

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Ketua Kontingen (CdM) Olimpiade 2020, Rosan Roeslani

PEMERINTAH menyatakan pasti akan menjamin kebutuhan pembinaan dan pemusatan latihan nasional (pelatnas) atlet pada tahun ini, khususnya ke cabang olahraga yang akan berlaga di Olimpiade 2020.

Meskipun anggaran pelatnas turun 50% dari tahun sebelumnya menjadi Rp250 miliar, Ketua Kontingen (CdM) Olimpiade 2020, Rosan Roeslani mengatakan, pemerintah tetap menjamin semua kebutuhan atlet. "Pemerintah akan menanggung semua biaya," kata Rosan saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Saat disinggung apakah cabang diminta untuk berinisiatif mencari sponsor untuk kebutuhan atlet, Rosan menegaskan itu juga akan diurus pemerintah. Saat ini pihaknya telah menyerahkan rancangan anggaran yang dibutuhkan untuk Olimpiade ke Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

"Kebutuhannya apa saja sudah kami berikan ke KOI dan mereka yang akan menyusun anggarannya dan menyerahkan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan KOI yang tahu angkanya," jelas Rosan.

Sementara itu, Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan, meskipun berkurang dari tahun sebelumnya, anggaran pelatnas diprioritaskan untuk cabang yang akan berlaga di Olimpiade yang tahun ini akan diselenggarakan di Jepang.

"Kami akan prioritaskan cabang yang berlaga di Olimpiade. Saat ini, kami sedang menyusun kerja sama dengan cabor yang sudah menyerahkan proposal," kata Gatot.

Sejauh ini, baru 10 cabang yang telah mengajukan proposal anggaran pelatnas 2020. "Dari cabang masih melihat dulu berapa atlet yang akan dikirim ke Olimpiade dan itu nanti bisa disesuaikan," kata Gatot.

Terpisah, Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan lahan seluas 1.500 meter persegi untuk membangun Indonesia Village saat perhelatan Olimpiade di Jepang.

"Saya akan membangun Indonesian Village. Kita akan menampilkan potret Indonesia 2032 saat Olimpiade," ujar Raja Sapta di Jakarta.

Dia mengatakan pembangunan Indonesia Village itu sebagai bagian dari promosi dan bentuk kesiapan pemerintah sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2032. Rencananya, Indonesia Village itu akan berdiri berdampingan dengan wisma atlet. (Mal/Ant/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More