Sabtu 01 Februari 2020, 13:15 WIB

Dukung Program Pemerintah, Toto Gencar Genjot Ekspor

mediaindonesia.com | Ekonomi
Dukung Program Pemerintah, Toto Gencar Genjot Ekspor

Istimewa/Youtibe
Presiden Direktur PT Surya Toto Indonesia (Toto) Hanafi Admadiredja.

 

DATA Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki) menunjukkan ada penurunan permintaan keramik sanitary sejak akhir 2107. Sebelumnya, produksi diserap pasar domestik sebesar 70% dan untuk ekspor sebesar 30%, tetapi sekarang porsi serapan lokal hanya sebesar 55% dan sisanya ekspor.

Perlambatan sektor properti di Indonesia disebut sebagai salah satu peyebab menurunnya serapan keramik sanitary. Dampak itu juga dirasakan produsen keramik sanitary di Indonesia yang memiliki afiliasi jaringan internasional, PT Surya Toto Indonesia (Toto).

 “Namun, Toto sebagai perusahaan yang telah berproduksi di Indonesia dari tahun 1977 sampai saat ini, telah memperbesar strategi bisnisnya dengan menyasar ceruk pasar menengah ke bawah karena dari data yang didapatkan, produk segmen bawah Toto banyak diserap oleh daerah Indonesia yang belum terjamah produk sanitary, dan menambah penjualan ekspornya ke negara Tiongkok, Amerika, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan negara-negara Timur Tengah,” ujar  Presiden Direktur PT Surya Toto Indonesia (Toto) Hanafi Admadiredja.

Hal itu, lanjutnya, dilakukan seiring dengan program pemerintah Indonesia yang tengah menggalakan program ekspor guna menekan defisit neraca perdagangan. Tercatat di semester I-2019, penjualan ekspor Toto naik 3,13% menjadi Rp245,46 miliar, sementara penjualan domestiknya menurun 18,05% (y-o-y) menjadi Rp744,27 miliar.

Meski menggalakkan ekspor, kata Hanafi, Toto tetap fokus memenuhi kebutuhan pasar lokal.

“Toto yang telah hadir selama lebih dari 40 tahun di Indonesia, berkomitmen tinggi untuk bisa meningkatkan kualitas standar sistem sanitasi dan kesehatan yang lebih baik dengan teknologi dari Jepang yang berkualitas, efisien dan harga yang terjangkau untuk masyarakat Indonesia, mulai dari kalangan menengah ke bawah hingga menengah ke atas (high end),” kata Hanafi.

Saat ini Toto memiliki lebih dari 3.000 dealer yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Ada pabriknya di di Indonesia yang berada di Serpong, Balaraja, dan Surabaya. Pabrik di Balaraja menjadi yang terluas dan terbesar, mencakup lebih dari 27 hektare. 

Pabrik yang memiliki lebih dari 4.500 orang pekerja ini telah memperoleh sertifikat dan penghargaan internasional dan nasional, di antaranya ISO 14000, Japan Industrial Standard Certificate, dan Standar Nasional Indonesia, Top  Brand Award, ICSA 2007, Best Customer Award.

Toto juga berhasil meraih Penghargaan Kecelakaan Nihil dari Kementerian Ketenagakerjaan, Sertifikat PROPER Peringkat Biru dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Sertifikat Produk dari Kementerian Perindustrian.  (OL-09)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More