Senin 03 Februari 2020, 08:00 WIB

Waduh, Sektor Pariwisasta juga Terpukul Virus Corona

M Ilham Ramadhan | Ekonomi
Waduh, Sektor Pariwisasta juga Terpukul Virus Corona

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Sejumlah wisatawan mancanegara menikmati Pantai Double Six, Seminyak, Bali,beberapa waktu lalu. Pariwisata bakal terpukul virus Corona.

 


Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai, sektor pariwisata akan menjadi salah satu yang terpukul karena virus corona.

"Menurut saya, virus korona akan berpengaruh pada sektor pariwisata karena sebagian besar wisatawan kita berasal dari Tiongkok," saat dihubungi,kemarin.

Wisatawan asing dari Tiongkok, imbuh Esther, terbilang cukup besar. Hingga November 2019 misalnya, merujuk data Badan Pusat Statistik jumlah wisatawan dari Tiongkok ke Indonesia sebesar 147.500 orang atau 11,7% dari total wisatawan asing.

Untuk menghindari adanya penurunan pendapatan negara dari perkiraan merosotnya jumlah wisatawan Tiongkok, Esther meminta pemerintah mulai menjaring negara lain untuk berkunjung ke Indonesia.

"Indonesia harus melakukan promosi pariwisata ke beberapa negara selain Tiongkok, sehingga peluang wisatawan dari negara lain lebih banyak," ujarnya.

Tahun ini pemerintah menargetkan wisatawan mancanegara mencapai 18 juta atau menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 20 juta.Adapun target devisa yang diperoleh mencapai US$ 20 miliar.

Esther menambahkan, nilai tukar rupiah diprediksi akan ikut melambat. Hal itu dikarenakan intensivitas interaksi ekonomi antara Indonesia dengan Tiongkok.

"Ada potensi kehilangan devisa melalui aktivitas-aktivitas ekonomi tersebut. Misalnya sektor pariwisata, perdagangan (ekspor impor), dan investasi," tutur Esther. (E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More