Minggu 02 Februari 2020, 18:53 WIB

Pasar Modal dan Perdagangan, Terpengaruh Virus Corona Tahap I

M Ilham Ramadhan | Ekonomi
Pasar Modal dan Perdagangan, Terpengaruh Virus Corona Tahap I

ANTARA FOTO/Aprilio Akbar
IHSG Ditutup Melemah

 

Banyak pihak memperkirakan ekonomi akan terpukul seiring dengan keadaaan darurat terkait penyebaran  virus 2019-nCov atau New Corona. Sektor perdagangan dan arus investasi diperkirakan yang akan terkena dampak pertama.  


Bagi Director Chief Economist and Head of Research PT Samuel Aset Management, Lana Soelistianingsih  sementara ini pasar modal Indonesia paling terlihat terkena dampak dari isu virus corona tersebut.


"Sementara ini kalau kita lihat memang ada dampak itu ke pasar modal, ke saham. Rupiah tidak. Mereka ini keluar dari Asia sebenarnya, bukan dari Indonesia. Itu karena kekhawatiran wabah tadi," kata Lana saat dihubungi, Minggu (2/2).


Dalam perdagangan sepekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak bisa melepaskan diri dari tekanan jual. IHSG akhirnya ditutup anjlok 117,548 poin dari posisi 6.076 ke 5.940. Volume perdagangan tercatat mencapai Rp7,88 triliun dari 9,34 miliar lembar saham yang diperdagangkan

6 Poin Ratas Virus Korona Bersama Presiden


Lana menambahkan bahwa bila virus tersebut terus menghantui Tiongkok, sektor riil Indonesia akan terdampak lebih berat dalam beberapa bulan mendatang. Pasalnya akibat corona, perekonomian Negeri Tirai Bambu melambat dan berdampak pula pada Indonesia.
"Ekspor, ekonomi Tiongkok melambat, otomatis ekspor akan menurun karena virus ini. Aktivitas usaha di sana menurun. Itu yang kita khawatirkan di sektor riilnya," imbuhnya.
Ia mengatakan bahwa dampaknya baru terlihat  dua bulan lagi untuk di ekspor atau  sektor riil.

Namun Lana berpendapat, dampak dari virus corona tidak serta merta menggoyahkan perekonomian dalam negeri. Hal itu dikarenakan pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi rumah tangga. "Tapi kalau ekspor turun lagi terus menerus nanti akan terasa mungkin nanti di kuartal I. Kita banyak ekspor ke Tiongkok barang baku, CPO, batu bara, ya barang komoditas," ujarnya. (E-1)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More