Minggu 02 Februari 2020, 17:06 WIB

Kostraling Bisa Jadi Solusi Petani Hadapi Panen Raya

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kostraling Bisa Jadi Solusi Petani Hadapi Panen Raya

Istimewa/Kementan
Pada saat puncak panen raya, para petani biasanya berhadapkan dengan harga yang jatuh.

 

Kostraling Solusi Petani Hadapi Panen Raya


PADA saat puncak panen raya, petani biasanya berhadapkan dengan harga yang jatuh. Dalam situasi puncak panen raya perlu upaya pengendalian penyediaan beras agar tidak terjadi gejolak harga yang ekstrem.

Dalam kondisi tersebut, penggilingan padi sangat berperan dengan membeli gabah dari kelompok petani (poktan) atau gabungan  kelompok petani (gapoktan) yang sesuai harga pembelian pemerintah (HPP,)  untuk disimpan dan digiling serta dijual dengan kualitas standar.. 

Dalam mengatasi kondisi tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menawarkan solusi dengan membuat program memberdayakan penggilingan padi terutama skala kecil-menengah dalam upaya menyediakan beras pada waktu yang tepat dan kualitas standar.

Program tersebut adalah Program Komando Strategi Penggilingan Padi atau disebut sebagai Kostraling yang telah dicanangkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Jakarta beberapa waktu lalu..

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyatakan Kostraling akan menggandeng lembaga pembiayaan melalui bantuan akses permodalan diantaranya dengan memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) dari beberapa bank (pemerintah) dan lembaga keuangan lainnya dengan suku bunga rendah dan syarat ringan tanpa agunan.

“Kita tidak bekerja sendiri, ada beberapa pihak yang berkontribusi dalam Kostraling tersebut. Ada Pemerintah, Penggilingan Padi Kecil-Sedang, Bank atau Badan Layanan Umum, serta pengusaha sebagai penjamin pasar,” ujar Suwandi.

Hal senada juga ng disampaikan Direktur Pengolahan dan pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementan Gatut Sumbogodjati

Gatut nmenyatakan Kostraling sebagai bentuk perhatian Pemerintah terhadap usaha penggilingan padi baik yang dikelola poktan atau gapoktan.

“Faktanya, sampai saat ini pemerintah terus membantu petani pengelola penggilingan dan pengeringan padi. Kami memfasilitasi alat pengering dan alat penggilingan padi. Tujuannya tentu supaya petani bisa meningkatkan kualitas produknya dan sekaligus memperoleh harga yang lebih baik,” ujar Gatut

Gatut menjelaskan bahwa kualitas beras memang lebih banyak dipengaruhi penanganan pascapanen termasuk yang dilakukan dengan alat penggiling atau rice miling unit (RMU) maupun dengan alat pengering atau dryer.

“Penggilingan dan pengeringan inilah yang lebih banyak dikelola oleh pengusaha penggilingan. Namun begitu biasanya mereka juga merangkap atau bekerjasama dengan petani/poktan/gapoktan,” jelas Gatut.

Perlu diketahui jumlah usaha penggilingan padi di Indonesia sebanyak 182.199 unit terdiri dari penggilingan padi besar sejumlah 2.075 unit, Penggilingan padi sedang 8.628 unit dan penggilingan padi kecil 169.044 unit (BPS, 2012). Dalam hal ini, bantuan pemerintah dialokasikan secara selektif sehingga tepat sasaran. 

Dengan keterbatasan alokasi anggaran pemerintah tidak dapat menjangkau semua petani pengusaha penggilingan, maka diajak serta semua pihak yang terkait dengan penyediaan pinjaman modal untuk berperan.

“Ini sebagai program pemerintah meningkatkan kualitas beras yang dihasilkan kelompok tani / penggilingan padi, dengan demikian penggunaan dana APBN akan lebih efisien, di sisi lain, roda perekonomian tetap berjalan dengan baik,” pungkas Gatut. (OL-09)

Baca Juga

Dok. MI/Rommy Pujianto

Kemenhub Awasi Ketat Transportasi 

👤MI 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 05:55 WIB
KEMENTERIAN Perhubungan dan instansi terkait seperti kepolisian memastikan akan mengawasi secara ketat transportasi darat,...
ANTARA

Realisasi Insentif Pajak Baru 24,6%

👤M Ilham Ramadhian Avisena 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 05:40 WIB
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan realisasi serapan insentif pajak dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional...
Biro Pers Sekretariat Presiden

Optimalisasi Batu Bara Sangat Rendah

👤 (Pra/E-2) 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 05:30 WIB
PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan percepatan penyusunan peta jalan optimalisasi batu bara di dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya