Minggu 02 Februari 2020, 16:45 WIB

Polisi Duga Sabu 288 Kilogram di Tangerang Berasal dari Iran

Tri Subarkah | Megapolitan
Polisi Duga Sabu 288 Kilogram di Tangerang Berasal dari Iran

Ilustrasi
Ilustrasi sabu

 

DIREKTUR Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes, Herry Heryawan, belum dapat memastikan asal negara pengirim sabu seberat 288 kilogram yang berhasil digagalkan pada Kamis (30/1) lalu. Pihaknya masih melakukan uji laboratorium untuk mengetahui asal sabu tersebut.

Namun, dugaan awal, ratusan sabu itu berasal dari Iran. Herry mengatakan, sabu dari Iran memiliki harga yang lebih tinggi dibanding sabu biasa.

Baca juga: E-TLE Rekam 167 Pengendara Motor Langgar Lalu Lintas

"Jadi kalau kualitas dari sana harganya di atas. Sabu biasa satu gramnya Rp1,5 sampai 2 juta. Kalau yang ini bisa sampai Rp4 juta," kata Herry saat dihubungi, Minggu (2/2).

Artinya, lanjut Herry, bila dikalikan dengan total barang bukti yang berhasil disita, nilai jual sabu tersebut mencapai Rp1,152 triliun. Ditresnarkoba PMJ akan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui asal negara sabu itu diproduksi, Senin (3/2) besok. 

"Barang buktinya ini kita bisa tahu misalkan sabu dari Tiongkok beda sama yang dari Iran, atau dari Afghanistan. Bedanya terkait dengan masaknya, suhunya. Karena selama ini yang paling bagus dari sana," ujar Herry.

Selain uji laboratorium, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Polis Diraja Malaysia (JSJN PDRM). Hal itu mengingat JSJN juga pernah menangkap barang bukti sejenis.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggagalkan pengiriman sabu jaringan internasional seberat 288 kilogram di Kampung Gunung Batu RT 02/04, Desa Cijantra, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Baca juga: BPTJ: Peringkat Turun tapi Jakarta Tetap Macet

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sujana menyebut pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat ihwal pengiriman narkoba dari Pelabuhan Merak ke Jakarta dengan menggunakan mobil boks bernomor polisi B 9004 PHX.

Tiga kurir yang membawa sabu tersebut adalah Gunawan, Amit dan Ivan Aditya. Polisi melakukan upaya tegas terukur terhadap mereka karena berusaha melawan saat akan ditangkap. Ketiganya tewas saat akan dilarikan ke RS Polri Kramat Jati. (OL-6)

Baca Juga

MI/ BARY FATHAHILAH

Imbas Covid-19, Ribuan Kios di Pasar Tradisional di Depok Tutup

👤Kisar Rajaguguk 🕔Jumat 03 April 2020, 18:06 WIB
Dalam sehari, pedagang kain di Pasar Cisalak itu, mengaku biasanya bisa untung hingga Rp250.000 sehari. Sekarang hanya mendapat untung...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Kabar baik, 54 Pasien Covid-19 Sembuh, 611 Masih Dirawat

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 03 April 2020, 16:38 WIB
Kabar terbaru per 3 April, jumlah pasien sembuh ada 54 orang dari total 958 kasus. Jumlah pasien meninggal dunia 96 orang. Lalu masih ada...
MI

Bukan Gerindra yang Kebelet Pemilihan DKI-2 Dipercepat

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 03 April 2020, 16:05 WIB
Panlih wagub DPRD DKI Jakarta mengungkapkan ada dua partai yang meminta pemilihan wakil gubernur (pilwagub) dipercepat, bukan Gerindra atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya