Minggu 02 Februari 2020, 16:15 WIB

WNI dari Wuhan tak Diperbolehkan Keluar Area selama Observasi

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
WNI dari Wuhan tak Diperbolehkan Keluar Area selama Observasi

ANTARA
WNI dari Wuhan Transit di Batam Sebelum Menuju Natuna.

 

SEBANYAK 238 Warga Negara Indonesia (WNI) tiba di Pangkalan Udara Raden Sajad, Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (2/2). Mereka dibawa menggunakan tiga pesawat yakni Hercules C130, Boeing 737-400 dan satu pesawat milik TNI AU.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mengatakan dalam proses observasi, para WNI yang mayoritas merupakan mahasiswa tersebut akan dipantau kesehatannya oleh tim dari Kementerian Kesehatan RI.

Baca juga: Pemerintah Berhasil Pulangkan 243 Orang ke Tanah Air dari Wuhan

"Mereka tidak diperbolehkan keluar dari area selama observasi berlangsung. Selain itu, mereka juga akan dijaga oleh militer selama 24 jam penuh untuk keamanan," kata Agus dalam keterangannya, Minggu (2/2)

Dia menjelaskan ada tujuh orang yang batal diterbangkan ke Tanah Air dengan sejumlah alasan. Rinciannya, 4 orang mengundurkan diri dan 3 lainnya tidak lolos pemeriksaan otoritas Pemerintah Tiongkok.

Lebih lanjut, Terawan juga memastikan bahwa WNI yang diterbangkan dari Wuhan tersebut sebelumnya telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan dalam kondisi sehat.

Setibanya di Natuna, para WNI tersebut akan menjalani observasi selama 2 minggu di RSA Natuna, Hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna, Kepulauan Riau, yang memiliki kapasitas 300 orang dengan fasilitas yang mengutamakan kesehatan, keamanan serta kenyamanan sesuai standar WHO (Badan Kesehatan Dunia).

"Obeservasi tersebut dilakukan untuk memastikan WNI dalam keadaan sehat sebelum dikembalikan bersama keluarganya," sebutnya.

Sebelumnya, pesawat komersil yang membawa WNI dari Wuhan, Tiongkok telah mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim di Batam. Setelah mendarat, mereka diberikan cairan antivirus sebagai sterilisasi sebelum kemudian diterbangkan ke Natuna. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More