Minggu 02 Februari 2020, 11:47 WIB

BPTJ: Peringkat Turun tapi Jakarta Tetap Macet

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
BPTJ: Peringkat Turun tapi Jakarta Tetap Macet

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Kendaraan terjebak kemacetan saat melintasi Tol Dalam Kota arah Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

 

LEMBAGA riset teknologi dan transportasi independen Tomtom menyatakan peringkat Jakarta sebagai kota termacet di dunia turun ke nomor 10 pada tahun ini, sementara sebelumnya berada di nomor tujuh.

Namun demikian, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tak puas. Menurut Kepala Biro Humas BPTJ Budi Rahardjo, meski peringkat Jakarta turun tapi indeks kemacetan Jakarta tidak mengalami penurunan dari tahun lalu yakni 53%.

Hal tersebut ditengarai diakibatkan pergerakan manusia tidak hanya di Jakarta tetapi juga di daerah penyangga luar biasa besar.

"Kondisi inilah yang bisa menjawab mengapa indeks TOM-TOM menyebut meski terjadi penurunan peringkat kemacetan kota metropolitan dunia dari 7 menjadi 10 namun dinilai belum ada perubahan signifikan menyangkut kemacetan yang terjadi di Jakarta," kata Budi dalam keterangan resminya, Sabtu (1/2).

Budi menerangkan Jakarta tidak mungkin menyelesaikan permasalahan kemacetannya sendiri. Sebagai ibu kota negara, Jakarta hingga saat ini telah menjelma menjadi wilayah teraglomerasi dengan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) sebagai daerah penyangganya.

Baca juga: Warga Diminta Sabar Hadapi Kemacetan di Kemang

Artinya antara Jakarta dan daerah penyangganya sudah menjadi satu kesatuan secara ekonomi sehingga saling memiliki ketergantungan satu sama lain.

Pergerakan manusia di Jabodetabek pada tahun 2015 tercatat 47,5 juta pergerakan per hari. Namun, pada tahun 2018 sudah meningkat drastis menjadi lebih kurang 88 juta pergerakan per hari.

Budi pun menilai langkah-langkah terobosan yang dilakukan terasa masih belum memadai untuk memecahkan problem kemacetan secara keseluruhan.

"Dampaknya selalu terjadi mobilitas manusia dan barang yang cukup tinggi antarwilayah di dalamnya. Oleh karena itu, mewujudkan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi se-Jabodetabek merupakan jawaban untuk menyelesaikan permasalahan transportasi di Jakarta sekaligus di Bodetabek sebagai wilayah penyangganya," tukasnya.(OL-5)

VIDEO TERKAIT:

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More