Minggu 02 Februari 2020, 07:50 WIB

Satgas Garuda RI Bantu Australia Padamkan Karhulta

Cahya Mulayana | Humaniora
Satgas Garuda RI Bantu Australia Padamkan Karhulta

MI/Susanto
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melepas delegasi Indonesia Satgas Garuda RI penanganan kebakaran hutan di Australia di Base Ops Lanud H

 

SATUAN Tugas Garuda RI yang beranggotakan 41 personel TNI dan 3 sipil bertolak ke Australia, kemarin. Mereka selama ­sebulan akan membantu aparat Australia memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Anggota sipil Satgas meliputi satu orang dari Kementerian Luar Negeri serta dua orang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin upacara pelepasan keberangkatan dele­gasi Satgas Garuda RI tersebut, di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

“Traktat Lombok yang ditandatangani Indonesia dan Australia pada 2006 di antaranya menyebutkan kerja sama dan saling memberi bantuan bila dibutuhkan saat terjadi bencana ataupun kedaruratan. Saat ini telah terjadi kebakaran hutan dan lahan yang sangat besar di Australia dan telah berlangsung beberapa bulan. Karena itu, sudah selayaknya kita memberi bantuan pula kepada Australia,” papar Panglima saat memberi wejangan.

Pada kesempatan itu hadir Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan, Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono, serta tiga Kepala Staf Angkatan.

Menurut Panglima, Satgas Garuda bertugas membantu rural fire service atau layanan pemadaman kebakaran pada lapis kedua, kemudian, membuka dan membersihkan akses ke permukiman warga dan jalur-jalur lainnya dengan wilayah operasi radius yang aman berkisar 5-10 kilometer di Distrik Eden, New South Wales (NSW).

Hadi berpesan kepada Satgas supaya melakukan tugas dan kepercayaan itu dengan profesional. Para prajurit tidak hanya membawa nama TNI, tetapi juga bangsa dan negara.

Durasi penugasan Satgas ­Garuda RI ditetapkan satu bulan. Namun, akan diperpanjang jika masih diperlukan.

Pihak berwenang setempat memperingatkan warga Ibu Kota Australia, Canberra, untuk mewaspadai ancaman kebakaran, kemarin. Suhu udara yang meningkat hingga 41 derajat Celsius dan angin kencang disebut bisa memicu nyala api yang tidak terduga di dekat daerah pinggiran kota.

“Kondisinya berpotensi menjadi lebih berbahaya dan api dapat menimbulkan ancaman bagi kehidupan yang berada di jalurnya,” ungkap Komisaris Badan Layanan Darurat ACT Georgeina Whelan melalui televisi, di Canberra.

Di negara bagian NSW, dinas kebakaran mengatakan 60 kebakaran hutan terjadi kemarin pagi waktu setempat.

Musim kebakaran yang dahsyat dan berkepanjangan di Australia telah menewaskan 33 orang dan diperkirakan satu miliar hewan asli musnah sejak September. Sekitar 2.500 rumah telah hancur dan lebih dari 11,7 juta hektare hutan semak kering­ hangus. (Cah/Ant/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More