Minggu 02 Februari 2020, 00:20 WIB

Kegelisahan Alfi pada Seni

AT/M-4 | Weekend
Kegelisahan Alfi pada Seni

MI/ARDI TERISTI HARDI
Karya seni lukis milik Jumaldi Alfi (1973).

EMPAT buah papan tulis dipajang di ruang pameran Galeri Sarang Building di Bantul, Yogyakarta. Tiap-tiap papan tulis berisi tulisan-tulisan dari kapur. Tulisan-tulisan tersebut ada yang dihapus, ada yang dicoret, ada pula yang sudah samar tak terlihat.

Karya tersebut merupakan milik Jumaldi Alfi (1973). Ia memajang 10 karyanya dalam pameran yang diberi judul Footnote. Terdiri atas 4 karya seri papan tulis, 1 instalasi kaktus, dan 5 karya seni lukis.

“Papan tulis merupakan simbolik tempat kita belajar satu arah,” kata dia. Karya papan tulis hanya menjadi pemicu bagi Jumaldi untuk berdiskusi lebih luas, bukan hanya seni, melainkan juga tentang segala hal.

Ia menyebut setiap karya yang dihasilkannya merupakan ungkapan kegelisahan. Salah satu karya papan tulisnya, misalnya.

Di bagian atas, laiknya sebuah judul, Alfi menulis arts. Di bagian bawahnya, ia menulis the expression of differences created on the ­boundaries between thing fino its ­aesthetic in. Namun, tulisan di bagian bawah kemudian dicoret semua.

Dalam wawancara seusai pembukaan pameran, Selasa pekan lalu, Alfi mengaku belakangan ini dirinya lebih fokus pada kegelisahan bagaimana melihat efek karya seni rupa, khususnya lukisan, pada pemirsa. Pasalnya, saat ini media telah berkembang dan muncul media-media yang lebih jelas menampilkan ­visual, seperti televisi.

“Apakah karya seni efektif untuk menyampaikan isu yang ada, seperti sosial dan politik?” kata dia.

Ke-10 karya yang ditampilkan tidak memiliki tema tertentu. ­Pameran tersebut, lanjut dia, hanya ingin mengumpulkan lagi seniman dan para penikmat seni rupa di Yogya. Footnote digelar di sela-sela agenda kosong di Studio Sarang.

“Saya ingin mengingatkan gagasan (Studio) Sarang, yaitu menjadi ruang diskusi dan interaksi,” pungkas dia. (AT/M-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More