Sabtu 01 Februari 2020, 17:52 WIB

Musim Hujan, Kementan Genjot Tanam Lahan Kering Tadah Hujan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Musim Hujan, Kementan Genjot Tanam Lahan Kering Tadah Hujan

Istimewa/Kementan
Curah hujan yang merata di beberapa wilayah di Indonesia memiliki nilai positif bagi petani di lahan kering

 

CURAH hujan yang merata di beberapa wilayah di Indonesia memiliki nilai positif bagi petani di lahan kering. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) perkiraan curah hujan sedang atau sebesar 200 mm. 

"Curah hujan tersebut harus dimanfaatkan betul oleh para petani di daerah pertanian yang tidak memiliki irigasi," ujar Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang Sugiharto di Jakarta, Jumat (31/1) sore..

Bambang menjelaskan selain sawah tadah hujan, lahan kering juga dapat dioptimalkan. Berdasarkan data yang dihimpun  Kementan, tercatat ada 24 juta hektare yang bisa digunakan untuk komoditi tanaman pangan.

Lahan kering yang potensial berada di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Untuk mendukung peningkatan produksi tahun ini di lahan kering Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan siap mengalokasikan bantuan sebesar 470 ribu hektare berupa benih padi, pupuk, dan herbisida.

"Pemanfaatan lahan kering ini bisa menjadi penyumbang produksi padi nasional, Jika benar benar optimal," kata Bambang.
Bahkan, menurut Bambang, da beberapa tipologi lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pertanaman lahan kering. 

Selain kawasan sawah tadah hujan yang sudah biasa untuk budidaya padi lahan kering, kawasan pengembangan padi lahan kering dapat menggunakan tiga sub-ekosistem, yaitu di daerah datar termasuk bantaran sungai, kawasan perbukitan daerah aliran sungai (DAS) dan  tumpangsari dengan tanam perkebunan muda.  

Bambang menambahkan untuk pengawalan program Kementan akan terus memonitoring langsung melalui Kostratani (Komando Strategi Pembangunan Pertanian) di level kecamatan.

"Dalam kostratani kan lengkap ada penyuluhan, untuk pengendalian hama ada brigade OPT, ada juga brigade alsin," tutur Bambang. Untuk permodalan pemerintah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah 6%.

Dina, salah satu Kasubdit Padi di Direktorat Serealia Kementan, menambahkan dalam rangka pengembangan lahan kering
Penggunaan varietas-varietas unggul yang sesuai dengan agroklimat setempat juga harus disebarluaskan ke petani.

"Maksudnya, supaya petani tidak selalu menanam varietas lokal yang produktivitasnya rendah. Biasanya kan di lahan kering itu hanya sekitar 2 ton/ha, karena kebanyakan masih pakai varietas lokal," sebut Dina. 

Menurut catatan, rata-rata produktivitas padi lahan kering secara nasional sebesar 3,5 ton per hektare dan hal itu merupakan agregat dari penggunaan varietas lokal dan varietas unggul. 

 Dengan program pengembangan padi lahan kering seluas hampir 500 ribu hektare pada tahun 2020, Dina berharap dapat terjadi penyebaran penggunaan varietas unggul yang dapat meningkatkan produktivitas.

"Percampuran varietas dalam satu hamparan juga akan menguntungkan dari sisi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), apalagi dengan penggunaan varietas unggul dan bantuan pupuk serta pestisida,  targetnya produktivitas nasional bisa meningkat jadi 5 ton per hektare lebih," ujar Dina.

Terkait penggunaan benih,  selain seri Inpago, varietas padi lahan kering lainnya adalah varietas Rindang yang tahan naungan dan kekeringan dan varietas Luhur yang cocok di dataran tinggi.

 Informasi dari Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Balai Besar (BB) Padi Sukamandi, Subang, Jawa Barat, pada saat ini tersedia setidaknya 38 ton benih sumber yang terbagi dalam kelas benih penjenis (BS), benih dasar (FS) dan benih pokok (SS).  

"Tentu saja benih sumber tersebut membutuhkan perbanyakan melalui penangkaran benih sehingga akan tersedia cukup benih padi di kelas benih pokok (label ungu) dan benih sebar (label biru) yang siap ditanam petani.  Selain itu, beberapa varietas padi sawah juga adaptif di lahan kering misalnya dari seri Inpari 10,11, 18, 19 dan lain-lain," pungkas Dina. (OL-09)

Baca Juga

DOK MI

Dukung UMKM, IPC Fasilitasi Ekspor Lidi Nipah ke Nepal

👤Widhoroso 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 01:27 WIB
IPC tetap berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap keberlangsungan usaha UMKM yang keberadaannya sangat penting bagi...
MI/LILIEK DHARMAWAN

Kemarau, Gula Semut Terancam Langka

👤Antara 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 23:46 WIB
Selama kemarau sejak tiga bulan terakhir, produksi gula semut mengalami...
Antara/Aprilio AKbar

KSPI Tolak Adanya PP Relaksasi BPJS Ketenagakerjaan

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 23:06 WIB
Pemberian stimulus untuk mengurangi dampak persebaran virus korona (covid-19) terhadap perekonomian dengan menyetop iuran BPJS...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya