Sabtu 01 Februari 2020, 14:43 WIB

Pesawat Airbus 330 Siap Jemput WNI Di Wuhan

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Pesawat Airbus 330 Siap Jemput WNI Di Wuhan

MI/Muhammad Iqbal
Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait (kedua kiri) disaksikan Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto (kiri) merapikan pakaian kabin kru.

 

Proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Wuhan, Tiongkok, dilakukan hari ini pukul 13.00 WIB. Satu pesawat Airbus 330 berkapasitas 400 penumpang milik Batik Air telah disiapkan oleh pemerintah.

Tim misi kemanusiaan yang akan mengevakuasi WNI di Wuhan beranggotakan 42 orang. Mereka merupakan gabungan dari tim Kementerian Pehubungan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, dan TNI bekerja sama dengan Batik Air.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto, mengatakan bahwa pemilihan pesawat Airbus 330 dari Batik Air ini sudah sesuai dengan persyaratan. Ia telah memastikan sendiri dengan melakukan pengecekan sebelum keberangkatan.

"Ini adalah misi kemanusiaan untuk memulangkan saudara saudara kita yang berada di Wuhan untuk kembali ke Indonesia. Pesawat ini tentunya sudah memenuhi persyaratan dan saya sudah cek langsung dari mulai peralatan, kru, lisensi dan segala prosedur, terkait penanganan harus sesuai dengan kaidah dan persyaratan yang berlaku di Indonesia," ungkap Novie di Terminal A, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (1/2).

Novie mengatakan kerja sama yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan sudah berjalan dengan baik sehingga tindakan evakuasi bisa dijalankan. Dia pun mengatakan bahwa penjemputan WNI akan dilakukan dalam satu kali penjemputan saja dan belum diketahui jadwal kepulangannya.

"Ada 250 yang akan ikut dan ini hanya sekali angkut, nggak ada berangkat lagi. Intinya akan berangkat ke Wuhan dulu baru kami susun rencana selanjutnya. Ini dilakukan oleh seluruh negara, kita tentu saja saling contek, misalnya Amerika dan lainnya. Kita ikutin standarnya saja," lanjut Novie.

Untuk pemilihan Batik Air sendiri, Novie menambahkan bahwa hal ini dikarenakan Airbus 330 merupakan jenis pesawat yang pas untuk mengangkut 250 WNI dari Wuhan. Dia pun menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat dua operator yang bersedia untuk memberangkatkan maskapainya.

"Jadi kita tahu operator yang mau berangkat ke sana cuma dua, yang pertama Lion Group dan Sriwijaya. Kebetulan yang mempunyai pesawat besar Lion. Jadi kami kerja sama dengan Lion," pungkasnya.

Presiden Direktur  Lion Air, Edward Sirait memaparkan bahwa pesawat Airbus 330 ini sudah sesuai dengan prosedur penerbangan. Dia juga mengatakan sudah ada arahan dari instansi terkait untuk penanganan di Wuhan. (E-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More