Sabtu 01 Februari 2020, 14:15 WIB

Tiongkok Sesali Terlambatnya Penanganan Virus Korona

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Tiongkok Sesali Terlambatnya Penanganan Virus Korona

AFP
Sejumlah negara memperketat kedatangan turis akibat virus korona

 

TIONGKOK menghadapi isolasi yang semakin dalam atas epidemi virus korona pada hari Sabtu, (1/2) ketika jumlah kematian melonjak menjadi 259 orang, dan sekitar hampir 12.000 orang terinfeksi virus mematikan tersebut.

Kekhawatiran atas virus 2019-nCoV semakin merebak ketika virus itu menghampiri negara-negara di luar dataran Tiongkok. Inggris, Rusia dan Swedia di antara negara-negara mengkonfirmasikan infeksi pertama mereka, virus ini sekarang telah menyebar ke lebih dari dua lusin negara.

Amerika Serikat (AS) memperketat sikapnya dengan mengumumkan keadaan darurat nasional. AS sementara waktu melarang masuknya orang asing yang berada di Tiongkok dalam dua minggu terakhir.

"Warga negara asing, selain keluarga dekat warga negara AS dan penduduk tetap, yang telah melakukan perjalanan di China dalam 14 hari terakhir akan ditolak masuk ke Amerika Serikat untuk kali ini," kata Menteri Kesehatan Alex Azar seperti dikutip dari AFP.

Upaya serupa juga diikuti oleh negara-negara lain termasuk Italia, Singapura, dan tetangga utara Tiongkok, Mongolia.

AS, Jepang, Inggris, Jerman, dan negara-negara lain telah menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Cina.

Deklarasi darurat AS juga mengharuskan orang-orang Amerika yang kembali dari provinsi Hubai di Tiongkok untuk ditempatkan dalam karantina wajib 14 hari, dan pemeriksaan kesehatan bagi warga AS yang datang dari bagian lain Tiongkok.

Sementara itu, Pemerintah Tiongkok mengaku menyesal karena merasa telat dalam mengambil langkah-langkah darurat.

"Jika langkah-langkah kontrol yang ketat telah diambil sebelumnya, hasilnya akan lebih baik daripada sekarang," ucap Ma Guoqiang, ketua Partai Komunis untuk Wuhan.

Ia mengakui dirinya "dalam kondisi bersalah, penyesalan, dan mencela diri sendiri."

Pejabat Wuhan telah dikritik secara online karena menyembunyikan informasi tentang wabah sampai akhir Desember meskipun mengetahui hal itu beberapa minggu sebelumnya.

Tiongkok akhirnya bergerak lebih dari seminggu yang lalu, secara efektif mengkarantina seluruh kota di Hubei dan puluhan juta orang.

Perlindungan yang belum pernah terjadi sebelumnya diberlakukan secara nasional termasuk memperpanjang liburan, menunda memulai kembali sekolah dan menyaring kesehatan ketat pada turis di seluruh negeri.

Namun, jumlah korban terus meningkat dengan kecepatan yang terus terjadi, dengan otoritas kesehatan pada hari Sabtu mengatakan 46 orang lagi telah meninggal dalam 24 jam sebelumnya, semuanya kecuali satu di Hubei. (AFP/OL-13)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More