Sabtu 01 Februari 2020, 12:15 WIB

Virus Korona Sebabkan Pariwisata Tiongkok Rugi Hampir Rp2 Triliun

Antara | Internasional
Virus Korona Sebabkan Pariwisata Tiongkok Rugi Hampir Rp2 Triliun

AFP/NICOLAS ASFOURI
Seorang petugas memeriksa suhu tubuh seorang perempuan sebelum memasuki sebuah taman di Beijing, Tiongkok

 

WABAH virus korona tipe baru atau 2019-nCoV telah mengakibatkan industri pariwisata, kuliner, dan pertunjukan film di Tiongkok menelan kerugian lebih dari 1 triliun yuan atau sekitar Rp1,98 triliun.

Beberapa pengamat ekonomi di Tiongkok memperkirakan angka kerugian itu dalam rentang usaha selama tujuh hari libur kerja Tahun Baru Imlek pada 24-30 Januari 2020.

"Angka penjualan makanan di restoran dan toko ritel dalam tujuh hari libur Imlek 2019 telah mencapai 1 triliun yuan. Nilai penjualan sektor ini saja diperkirakan baru bisa meraih pendapatan separuhnya dari tahun kemarin," kata Ren Zeping, analis sekaligus Direktor Evergrande Think Tank dikutip media lokal di Beijing, Jumat (31/1).

Seorang manajer restoran di Guangzhou, Provinsi Guangdong, mengaku bisa mendapatkan 500 ribu yuan per hari pada Libur Imlek tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Evakuasi WNI dari Wuhan, Indonesia Berterima Kasih pada Tiongkok

Akan tetapi, dia sekarang malah merugi jutaan yuan, demikian penuturan manajer tersebut dikutip laman berita Caixin.

Manajemen Haidilao International Holding yang memiliki waralaba hotpot terbesar di Tiongkok, malah menutup semua gerainya sejak Jumat (31/1).

Hingga Juni tahun lalu, Haidilao yang menyuguhkan kuliner daging-dagingan segar itu mengoperasikan 550 unit restoran di 116 kota di Tiongkok.

Salah satu imbauan untuk menghindari terinfeksi 2019-nCoV adalah tidak mengonsumsi daging setengah matang. Hal ini yang turut mengurangi omzet restoran hotpot atau huoguo itu.

Jiumaojiu Group, operator restoran yang terdaftar di Hong Kong, akan menutup lebih dari 300 gerainya hingga 9 Februari 2020.

Demikian juga dengan industri pariwisata dan film yang terkena pukulan telak setelah semua obyek wisata dan gedung bioskop di Tiongkok ditutup untuk mencegah meluasnya wabah yang telah merenggut 259 nyawa manusia itu.

Selama tujuh hari Libur Imlek tahun lalu, sektor pariwisata di Tiongkok meraup 513,9 miliar yuan sedangkan gedung bioskop 5,9 miliar yuan.

Pendapatan sektor pariwisata, kuliner, dan perfilman pada musim libur Imlek telah memberikan kontribusi sekitar 7% pada semester pertama GDP Tiongkok 2019.

Ren mengusulkan pemotongan pajak besar-besaran bagi sektor-sektor industri yang terkena dampak paling parah dan meningkatkan nilai investasi infrastuktur secara agresif.

Kota-kota di Tiongkok sepi sejak merebaknya virus korona yang diikuti tutup paksa Kota Wuhan dan sejumlah kota lainnya di Provinsi Hubei. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More