Sabtu 01 Februari 2020, 08:05 WIB

Harapan itu Ada di Kaki Steven Bergwijn

Dewan Redaksi Media Group Suryopratomo | Sepak Bola
Harapan itu Ada di Kaki Steven Bergwijn

Seno
Dewan Redaksi Media Group Suryopratomo

 

BARU 8 Oktober lalu dia merayakan ulang tahun ke-22. Namun, Steven Bergwijn sudah menjadi sorotan dunia. Transfer tengah musim yang dilakukan Tottenham Hotspur atas pemain PSV Eindhoven itu dianggap sebagai kesempatan emas bagi pemain sepak bola berdarah Suriname tersebut untuk menjadi bintang dunia.

Sejak penampilan pertamanya di lapangan hijau, Steven mampu memikat hati pelatihnya. PSV bahkan sejak masih di akademi melihat bakat besar yang dimiliki pemain yang satu ini. PSV menawari Jurgen Bergwijn agar anaknya—yang tidak betah di Akademi Sepak Bola Ajax—untuk berlatih di Eindhoven.

“Saat saya berusia 13 tahun, setiap pagi pukul 05.30 harus bangun dan naik mobil sekitar setengah jam untuk sampai ke Eindhoven. Baru sore saya pulang ke Almere untuk sekolah. Ayah saya yang menyetir mobil, sedangkan saya tidur di belakang,” ujar Steven mengenang masa kecilnya.

Jurgen memang sangat mengharapkan anaknya menjadi bintang besar sepak bola. Ia tahu anak lelaki asal Suriname itu memiliki bakat yang besar. Terbukti orang seperti Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Edgar Davids, Clarence Seedorf, Patrick Kluivert, Georginio Wijnaldum, dan Virgil van Dijk bisa tumbuh hebat sebagai pemain sepak bola andalan Belanda.

Untuk semakin menumbuhkan kecintaannya kepada sepak bola, Jur­gen pernah secara khusus mengajak anak-anak lelakinya pergi berlibur ke Spanyol untuk menyaksikan pertandingan antara Levante dan Barcelona. Beruntung mereka menginap di hotel yang sama dengan tim Barcelona yang saat itu ditangani Rijkaard. Steven yang masih berusia 10 tahun tidak terkira girangnya ketika bisa bertemu langsung dengan Lionel Messi dan tanpa ragu meminta foto bersama dengan bintang besar sepak bola itu.

Tiga tahun di Akademi Sepak Bola PSV, Steven memang berkembang pesat. Ia kuat dalam dribbling bola dan umpan-umpan yang matang. Tidak mengherankan, Steven terpilih masuk ke tim PSV Jong dan juga tim nasional Belanda U-17. Steven bahkan menjadi salah satu pemain yang membawa Belanda menjadi juara Eropa U-17 dalam kejuaraan yang digelar di Malta.

Prestasi di tim Oranye itulah yang membuat Steven masuk sebagai pemain cadangan di tim senior PSV. Pada satu kesempatan di Oktober 2014, PSV bertandang ke kandang Almere. Steven hanya duduk di bangku cadangan. Padahal, ia sangat ingin diturunkan karena Almere kota tempatnya tinggal dan seluruh keluarganya datang ke stadion untuk menonton.

Ketika PSV sudah unggul 4-1, Steven berharap pelatih Phillip Cocu memberi kesempatan kepadanya untuk masuk sebagai pemain pengganti. “Saya mencoba melihat kepada pelatih dan berharap ia pun melihat kepada saya agar paham kalau saya ingin sekali diturunkan. Beruntung pelatih Phillip Cocu kemudian memalingkan mukanya ke arah saya dan mengatakan, ‘Ayo kamu pemanasan’,” kenang Steven.

“Begitu masuk, saya beruntung langsung mendapat bola. Saya lalu menggiring ke kotak penalti dan saya melihat Gini Wijnaldum berdiri bebas. Saya langsung mengoper bola kepadanya dan menjadi gol, 5-1.  Sempurna,” tambah Steven.

Steven sangat bersyukur dipilih pelatih Spurs, Jose Mourinho, untuk bergabung dengan klub asal London Utara tersebut. Ia berjanji untuk memberikan yang terbaik dan juga mencetak gol untuk the Lilywhite. “Bermain di bawah Mourinho tentu merupakan kehormatan. Saya akan buktikan bahwa saya bisa memberikan manfaat kepada tim dan tentunya juga mencetak gol,” janji Steven.

Dengan nilai transfer 27 juta pound sterling atau sekitar Rp435 miliar, Steven dikontrak hingga 2025. Untuk pertama ia akan mendapatkan upah mingguan sebesar 11 ribu pound sterling dan gaji tahunan sebesar 572 ribu pound sterling.

Bagi Mourinho dan juga Spurs, kehadiran Steven merupakan sebuah berkah. Mereka memang membutuhkan seorang penyerang yang bisa menggantikan peran kapten kesebelasan, Harry Kane, yang harus absen hingga April mendatang karena cedera.

Steven bukan hanya sudah berlatih bersama, melainkan juga siap untuk diturunkan saat menjamu Manchester City, besok malam. Bersama Son Heung min, Dele Alli, dan Lucas Moura, ia akan menjadi mesin gol yang menakutkan.

Mourinho pantas lebih percaya diri dalam menjamu City karena mendapat dua suntikan pemain baru di lapangan tengah. Sebagai pengganti Christian Eriksen yang pindah ke Internazionale Milan, Spurs mendapat gelandang asal Argentina Giovani Lo Celso dan pemain pinjaman dari Benfica Portugal, Gedson Fernandes. Kedua gelandang ini sudah bermain saat Spurs mengalahkan Norwich 2-1 pada pertandingan sebelumnya.

Kiper Hugo Lloris yang sudah pulih dari cedera merasa lebih nyaman karena memiliki empat pemain belakang yang bisa diandalkan. Center back Toby Alderweireld semakin kompak dengan Davinson Sanchez. Sementara itu, dua bek sayap Serge Aurier dan Japhet Tanganga tidak mengenal kompromi.

Di lapangan tengah, Lo Celso akan didampingi Tanguy Ndombele dan Harry Winks. Ndombele selama ini selalu menjadi ‘mimpi buruk’ bagi City. Tottenham Hotspur membutuhkan kemenangan untuk bisa membawa mereka masuk empat besar agar mendapat tiket untuk tetap tampil di Liga Champions musim mendatang.

Hiburan

City, semakin jauh harapannya untuk bisa mencatat sejarah sebagai klub yang bisa menjadi juara secara berturut-turut di Liga Primer. Dengan perbedaan 19 poin dengan Liverpool, prestasi terbaik yang bisa dicatatkan City ialah menjadi runner-up.

Pertandingan besok malam di Stadion Tottenham Hotspur bagi Pep Guardiola tidak ubahnya sebagai ‘hadiah hiburan’. Apalagi setelah dikalahkan Manchester United 0-1 di Piala Carabao, City tidak boleh kalah lagi apabila tidak mau digeser oleh Leicester City.

Persoalan terbesar yang di-hadapi Pep Guardiola ialah tim asuhannya sedang kehilangan arah. Seperti saat menjamu MU, serangan yang City lakukan tidak kunjung membuahkan gol. Padahal, begitu banyak peluang emas yang didapatkan.

Saat menjamu Crystal Palace, City juga hanya bisa menguasai pertandingan. Namun, mereka akhirnya malah kecolongan terlebih dulu. Dua gol Sergio Aguero baru datang menjelang saat-saat terakhir. Bahkan, keunggulan mereka buyar oleh gol bunuh diri Fernandinho.

City tidak bisa tampil seperti itu apabila ingin merebut tiga poin dari City. Pep Guardiola harus membongkar barisan belakang karena tiga pemain andalannya; Fernandin-ho, Benjamin Mendy, dan Aymeric Laporte tidak bisa tampil akibat­ kelelahan otot.

Pilihan terbaik tinggal mengandalkan Joao Cancelo, Nicolas Otamendi, dan Kyle Walker untuk mengantisipasi taktik Spurs yang kemungkinan memainkan satu ujung tombak.

Meski menelan kekalahan, Pep Guardiola puas dengan  penampilan tim asuhannya saat menghadapi Manchester United di semifinal Piala Carabao. Ia mengisyaratkan untuk menerapkan pola yang sama saat bertandang ke kandang Spurs.

Dengan pola 3-2-4-1, ia mengandalkan Ilkay Gundogan dan Rodrigo Hernandez sebagai gelandang bertahan yang bertanggung jawab untuk mematahkan serangan balik lawan. Sementara itu, Kevin de Bruyne menjadi pengatur serangan didampingi­ Bernardo Silva yang berperan sebagai second striker dan Riyad Mahrez serta Raheem Sterling yang berperan sebagai sayap gantung.

Sebagai ujung tombak, Pep pantas memercayakan Aguero untuk menjadi mesin gol. Dengan koleksi 16 gol, mantan menantu bintang sepak bola Argentina Diego Maradona ini bersaing dengan penyerang Leicester City Jamie Vardy sebagai pencetak gol terbanyak. Aguero masih tertinggal satu gol, tetapi dengan penampilan yang semakin matang bukan mustahil ia akan merebut sepatu emas.

Mantan bintang Inggris, Michael Owen, menjagokan City untuk bisa menang dengan 3-1 besok malam. Bintang muda asal Belanda, Steven Bergwijn mempunyai peluang besar untuk menjadi pujaan the Lilywhite apabila dalam debutnya nanti mampu memberikan keajaiban­ bagi Spurs.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More