Sabtu 01 Februari 2020, 07:46 WIB

Gerak Cepat Evakuasi

Andhika Prasetyo | Internasional
Gerak Cepat Evakuasi

AFP/HECTOR RETAMAL
Dua petugas medis berada di dekat pria yang jatuh pingsan dan meninggal di Kota Wuhan, Tiongkok, Kamis (30/1).

 

PROSES pemulangan 243 warga negara Indonesia (WNI) dari Hubei, provinsi di Tiongkok yang menjadi sumber penyebaran virus korona, hingga kemarin terus dilakukan dengan akselerasi penuh.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyebutkan tahap pemulangan yang dijalankan berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo itu sudah memasuki tahap akhir.

“Pagi ini saya sudah bertemu Dubes RRT di Jakarta. Beliau telah  menyampaikan clearance pendarat­an dan pergerakan untuk proses evakuasi WNI di Provinsi Hubei,” kata Retno di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kemarin.

Menurut Retno, keberangkatan pesawat penjemputan bersama tim akan dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam sejak kemarin.

Pesawat yang dikerahkan untuk mengevakuasi WNI di Tiongkok  tersebut merupakan pesawat berbadan lebar. Hal itu disiapkan agar seluruh WNI yang akan dievakuasi dapat diterbangkan secara langsung tanpa melalui transit.

Menlu pun memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan tim yang telah memasuki Provinsi Hubei. “Persiapan di beberapa titik di Provinsi Hubei, khususnya Wuhan, saat ini tengah berjalan,” jelasnya.

Saat gerak cepat untuk mengevakuasi WNI dari Wuhan itu berlangsung, Badan Kesehatan Dunia (WHO), kemarin, mengumumkan status wabah virus  korona di Tiong­kok sebagai darurat kesehatan internasional.

Korban tewas di Tiongkok akibat virus tersebut hingga kemarin  terkonfirmasi mencapai 213 orang dengan jumlah kasus terinfeksi di Tiongkok Daratan mencapai 9.692 orang. Sekitar 102.000 orang lainnya juga dilaporkan di bawah pengamat­an medis dengan kemungkinan gejala penyakit pernapasan. Virus misterius dan mematikan ini pun telah menyebar setidaknya ke 18 negara lain.

Di tengah penetapan status darurat global korona itu, proses evakuasi WNI dari Wuhan dilaporkan sempat terganjal masalah administrasi.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman mengungkapkan ada proses yang terlebih dulu harus diselesaikan sebelum membawa pulang 243 WNI dari Hubei, termasuk 93 orang yang ada di Wuhan.

Proses evakuasi tersebut dipastikan dapat dilakukan dengan cepat mengingat jumlah WNI di Hubei hanya 243 orang sehingga dengan 1 pesawat sipil atau 3 pesawat Hercules, evakuasi bisa dilakukan dalam satu kali penjemputan.

Karantina

Fadjroel menambahkan, setelah dipastikan sebanyak 243 orang WNI dapat dipulangkan, langkah pertama setiba mereka di Tanah Air ialah menyiapkan proses karantina.

“Tentu akan ada proses karantina. Ada banyak opsi, tetapi tidak bisa saya sampaikan. Bagaimana teknisnya, itu akan dilaksanakan Kementerian Kesehatan,” ujar Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Pada bagian lain, Ketua PB IDI Daeng Mohammad Faqih mengungkapkan, sejak kemarin, pihaknya telah mengirimkan surat perintah kepada cabang IDI di seluruh Indonesia untuk mendirikan posko pencegahan korona. Hal itu meres­pons status darurat global yang ditetapkan WHO.

Sementara itu, Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis IPB University melalui siaran pers menyarankan bahwa sudah waktunya pola surveilans yang selama ini dipraktikkan kementerian teknis berkaitan dengan kesehatan secara sektoral diubah pendekat­annya.

“Urusan kesehatan harus dilihat holistik, ditangani secara bersama oleh kementerian terkait, yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta kementerian lain.” (Rif/Ata/RO/X-6)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More