Sabtu 01 Februari 2020, 05:30 WIB

Ribuan Turis Batalkan Kunjungan

Arnoldus Dhae | Nusantara
Ribuan Turis Batalkan Kunjungan

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Simulasi penanganan pasien virus korona di RSUD Dr Moewardi, Surakarta, Jawa Tengah, kemarin.

 

JUMLAH turis Tiongkok yang berkunjung ke Bali turun drastis dalam 10 hari terakhir sejak isu virus korona mencuat. Menurut catatan, sekitar 10 ribu wisatawan asal ‘Negeri Tirai Bambu’ itu batal ke Bali.

Wakil Ketua Asosiasi General Manager Hotel di Bali, Made Ramia Adnyana, menjelaskan secara umum turis Tiongkok menguasai sekitar 30% kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata.

“Dari sisi penerbangan, sekitar 81 penerbangan dari berbagai negara di Tiongkok yang dibatalkan. Ini kondisi yang sangat memprihatinkan. Hotel yang selama ini memiliki pasar turis Tiongkok, tingkat huniannya turun sekitar 50%,” katanya di Denpasar, kemarin.

Dalam menghadapi hal itu, pihaknya sudah mengingatkan seluruh anggota asosiasi bahwa sudah saatnya mengubah strategi pasar dan promosi. “Jangan sampai pasarnya monoton. Segera ber-alih ke mix market strategy. Kalau Tiongkok sudah mentok misalnya, masih bisa ditopang pasar lainnya. Banyak negara di Eropa, Australia, Amerika, dan Asia lainnya dan jangan sampai meremehkan pasar domestik,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, dia juga mengimbau pihak hotel tidak aler­gi terhadap turis Tiongkok atau bahkan sampai mengusir mereka. Pasalnya, pemerintah telah menerapkan pengawasan ketat di seluruh pintu masuk ke Bali. “Jangan sampai ada hotel yang menolak tamu dari Tiongkok. Ini akan berdampak buruk pada pariwisata Bali ke depan,” tukasnya.

Hal yang sama terjadi di Nusa Tenggara Timur. Ribuan turis asal Tiongkok dan Korea membatalkan kunjungan ke Pulau Komodo di Kabupaten Manggarai Barat. Para wisatawan yang membatalkan kunjungan ialah yang telah membeli paket wisata ke sejumlah biro perjalanan wisata dengan tujuan Labuanbajo Pulau Komodo dan kawasan di sekitarnya.

“Padahal, boking-an untuk tahun ini, paketnya sudah dipanjar. Semuanya batal karena virus korona. Ada yang minta duitnya di kembalikan karena ini musibah,“ kata Manager  Komodo Walk Tour, Safri Undin, kemarin. Menurutnya, pasar  turis terbesar untuk wisata ke Pulau Komodo ialah wisatawan dari Tiongkok, Korea, dan Jepang.

Sembahyang

Persembahyangan bersama digelar di Pura Luhur Candi Narmada, Denpasar, kemarin, untuk mendoakan masyarakat agar terhindar dari penyakit, termasuk virus korona dan supaya perekonomian kian membaik.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali, I Putu Astawa, di Denpasar, kemarin. Dinas Pariwisata beserta jajarannya, asosiasi pariwisata Bali, serta Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali secara bersama melakukan persembahyangan.

“Kami bersembahyang bersama, nunas ica (mohon berkah) agar cobaan penularan virus korona yang menyerang warga Wuhan, Tiongkok, ini tidak berimbas sampai ke Bali,” terangnya. Hal itu penting karena sektor pariwisata menjadi tulang punggung perekonomian Bali.

Ketua Bali Liang (Komite Tiong­kok ASITA Daerah Bali), Elsye Deliana, yang turut hadir dalam persembahyangan itu mengungkapkan apa yang dilakukan Dinas Pariwisata Bali dan para pemangku kepentingan lainnya ialah demi keamanan bersama. Bukan hanya untuk biro perjalanan semata, melainkan juga seluruh rakyat dan ekonomi Bali. (JL/RS/DW/FB/BB/AU/AD/RF/RK/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More