Jumat 31 Januari 2020, 17:00 WIB

Ratusan Guru PAUD Ikut Pelatihan Menggambar Dasar Faber Castell

mediaindonesia.com | Humaniora
Ratusan Guru PAUD Ikut Pelatihan Menggambar Dasar Faber Castell

Dok. Faber Castell
Pelatihan menggambar dasar Faber Castell untuk guru PAUD

 

PRODUSEN perlengkaoan sekolah dan menggambar, Faber Castell kembali menggelar pelatihan bagi kalangan guru. Kali ini, lebih dari 100 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah DKI Jakarta, mengikuti kegiatan pelatihan seni menggambar dasar di auditorium Dinas Pendidikan DKI, Kamis (30/1).

Dalam pelatihan yang diampu tim kreatif Faber Castell itu, para guru mendapat materi seni menggambar dengan pola dasar yang dapat diaplikasikan untuk anak-anak usia dini.

Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia Richard Panelewen mengatakan, kegiatan itu merupakan program rutin yang digelar sejak 2000.

"Kami mengadakan pelatihan seperti ini sebanyak 60 kali dalam setahun. Dan itu sudah rutin kami lakukan sejak 2000 lalu. Kami gelar mulai dari Aceh sampai Papua. Pesertanya adalah para guru Paud dan SD. Jumlah peserta setiap kegiatan berkisar antara 100 sampai 200 guru," ujar Richard dalam keterangan tertulisnya.

Pembukaan pelatihan dihadiri  perwakilan Direktorat Jenderal Guru dan dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta perwakilan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Menurut Maiman dari Ditjen GTK Kemendikbud, pelatihan seni menggambar bagi guru-guru di tingkat PAUD sangat berarti. Apalagi jika dikaitkan dengan keinginan pemerintah menjalankan merdeka belajar. Dari mana merdeka belajar itu bisa berhasil, jika guru tidak kreatif.

"Pelatihan yang meningkatkan kemampuan guru untuk berpikir dan bertindak kreatif untuk kebaikan siswanya, tentu saja sangat dibutuhkan. Dan karena itu pemerintah sangat berterima kasih pada pihak swasta yang berperan meningkatkan skill guru seperti ini," kata Maiman.

Baca juga ; Faber-Castell Ajak Anak-Orang Tua Berkolaborasi dalam Lomba

Di sisi lain, anak usia PAUD adalah anak-anak yang masih mengalami masa-masa pertumbuhan emas atau golden age. Di masa itu, guru dan orang tua adalah pembentuk karakter.

Karakter yang ditanamkan adalah kemandirian dan karakter mulia. Jika ada sekolah yang mengutamakan pendidikan baca tulis hitung (calistung), maka itu salah. Yang benar adalah sekolah PAUD berperan merangsang daya pikir anak untuk memahami konsep.

"Boleh baca dan hitung, tapi itu sekedar pengenalan, bukan anak harus bisa membaca. Salah besar. Kalau calistung yang dibanggakan itu sama artinya kita merampas masa keemasan anak. Anak akan bosan belajar di usia 9 atau 10 tahun. Prestasi bisa menurun," kata Rita Rosmala dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Karena itu Rita menyambut baik pelatihan menggambar bagi guru PAUD, karena ini dapat merangsang anak-anak untuk memahami konsep. Misalnya, konsep tentang bentuk dasar seperti bulat, segi empat, segi tiga atau bundar.

Apalagi kalau dari bentuk-bentuk dasar itu bisa dibuat gambar menarik seperti buah-buahan atau hewan, tentu anak-anak akan merasa sangat tertarik.

"Hal-hal sederhana seperti itu sangat diperlukan untuk anak-anak memahami apa saja konsep yang ada di sekitarnya. Kecerdasan yang dibangun guru pun bukan sekedar pragmatis, tapi lebih bermakna,"kata Rita.

Rita juga mengingatkan agar orang tua memahami konsep pendidikan berjenjang dalam pendidikan usia dini. Ibarat menaiki anak tangga, ada step-step yang harus dijalani. Tidak bisa instan dan melangkah terlalu lebar.

"Apa jadinya kalau kita meniti anak tangga tidak satu-satu melainkan tiga atau empat anak tangga? Sampai, sih ke atas, tapi pasti anak jadi lelah. Tentu kita tak mau anak kita akhirnya tersiksa disaat dia harusnya bahagia," tandas Rita. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More