Jumat 31 Januari 2020, 22:24 WIB

Wapres Ingatkan Tugas NU Rawat Moderasi akan Makin Berat

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Wapres Ingatkan Tugas NU Rawat Moderasi akan Makin Berat

MI/Adam Dwi
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

 

WAKIL Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan tugas Nahdalatul Ulama dalam merawat moderasi beragama di Indonesia akan semakin berat. Hal itu mengingat munculnya sejumlah paham yang berkembang, seperti terorisme dan radikalisme.

Hal itu ditegaskannya saat menghadiri peluncuran Koin Muktamar dalam momentum hari Lahir ke-94 NU di Jakarta, Jumat (31/1).

"Sebagai organisasi yang lahir dari pemetaan pemikiran-pemikiran, NU menjadi organisasi dengan cara berpikir yang moderat dan dinamis. Tidak tekstual tidak liberal. Dinamis tidak konservatif. Tetapi juga tidak liberal," tutur Wapres.

Cara berpikir rasional, dinamis, melalui bingkai itulah, terang Wapres, yang harus terus dikembangkan dan dijaga untuk menghalau banyaknya cara berpikir yang radikal dan penafsiran agama yang banyak menyimpang.

Baca juga : Ketua PB NU Dukung Putri Wapres Maju di Pilkada Tangsel

Sebagai organisasi yang lahir dalam kancah perjuangan bangsa, tutur Wapres, NU mengusung prinsip cinta tanah air adalah sebagian dari iman.

Selain itu, kebangkitan bangsa menjadi inspirasi bagi NU untuk membangun komitmennya tidak hanya memperjuangkan kemerdekaan, tapi juga mengawal kemerdekaan dari upaya-upaya merusak negara dan bangsa.

Di samping itu, sebagai organisasi yang dipengaruhi oleh gerakan kebangkitan perdagangan, NU punya semangat dalam mengembangkan kemampuan umat berekonomi terutama ekonomi lemah. Ia juga berharap NU akan lebih kuat.

"NU harus lebih kuat ke depan. Pemerintah memberikan peluang besar pada seluruh masyarakat, pengusaha, ormas untuk ikut terlibat," tuturnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More