Jumat 31 Januari 2020, 20:53 WIB

Kasus Virus Korona Lampaui Wabah SARS pada 2003

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Kasus Virus Korona Lampaui Wabah SARS pada 2003

Antara
Ilustrasi

 

JUMLAH kasus virus korona di seluruh dunia telah melampaui epidemi SARS, yang menyebar ke lebih dari dua lusin negara pada 2003 lalu.

Ada sekitar 8,100 kasus SARS--sindrom pernapasan akut parah--yang dilaporkan selama wabah itu.

Tetapi hampir 10.000 orang telah terinfeksi virus korona baru, yang muncul di Tiongkok pada Desember.

Jumlah kematian mencapai 213 orang--semuanya di Tiongkok. Itu jauh lebih rendah daripada 774 orang yang terbunuh oleh SARS.

Pada Kamis (30/1), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan darurat kesehatan global terkait wabah virus korona baru. Dikatakan ada 98 kasus di luar Tiongkok, tetapi tidak ada kematian.

Namun pada Jumat (31/1), dua kasus virus korona baru dikonfirmasi untuk pertama kalinya di Inggris.

Virus SARS, yang juga merupakan jenis virus corona yang berasal dari Tiongkok, menyebar ke 26 negara pada awal 2000-an.

Adapun irus baru telah menyebar ke lebih sedikit negara dan--sementara lebih banyak orang telah terinfeksi secara global--itu mengakibatkan lebih sedikit kematian.

SARS diperkirakan merugikan ekonomi global lebih dari US$30 miliar.

Tetapi para ekonom mengatakan virus korona baru dapat memiliki dampak yang lebih besar pada perekonomian dunia. Wabag telah memaksa perusahaan global termasuk raksasa teknologi, produsen mobil, dan ritel untuk menutup sementara operasi mereka di Tiongkok.

Tiongkok juga dikritik oleh badan kesehatan global PBB karena menyembunyikan skala wabah SARS yang sesungguhnya. (BBC/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More