Jumat 31 Januari 2020, 19:39 WIB

Kemenkes Siapkan 20 tenaga Media Tangani WNI dari Hubei

Atalya Puspa | Humaniora
Kemenkes Siapkan 20 tenaga Media Tangani WNI dari Hubei

MI/Heru Susetyo
Pemindai suhu tubuh di Bandara Juanda, Surabaya untuk antisipasi virus korona

 

KEMENTERIAN Kesehatan memastikan warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Provinsi Hubei, Tiongkok untuk mengantisipasi penyebaran virus korona baru (2019-nCOV) akan dikarantina seampainya di tanah air.

Selama proses karantina, akan disiapkan sebanyak 20 tenaga kesehatan untuk memantau dan melayani WNI yang dikarantina. Masa karantina diprediksi berlangsung selama 14 hari.

"Karantina tidak di RS. Kalau di RS itu isolasi namanya. Di karantina nanti akan tetap stand by pertugas seperti dokter umum, dokter obgin, dokter paru, dan perawat, serta petugas data. Total 20 orang," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Wiendra Waworuntu di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (31/1).

Namun, Wiendra belum bisa memastikan lokasi karantina WNI yang dievakuasi dari Hubei, ia pun belum bisa memastikan lokasi pendaratan pesawat yang membawa WNI dari Hubei.

"Yang jelas semua daerah harus siap. Mau mendarat di mana, dikarantina di mana, bahkan di Natuna dan di Papua sekalipun. Semua daerah harus siap," ucapnya.

Baca juga : Kemenkes Pastikan Indonesia Punya Kemampuan Deteksi Virus Korona

WNI yang akan dievakuasi dari Hubei akan bertolak ke Indonesia dari bandara di kota Wuhan. Sebelum memasuki pesawat, WNI akan lebih dulu menjalani proses pemeriksaan untuk mendapatkan sertifikat bukti sehat.

"Sesuai arahan presiden, semuanya sekali angkut, dan direct flight dari sana," ucapnya.

Sesampainya di Indonesia, pemerintah Indonesia akan terus memantau 249 WNI tersebut di tempat karantina. Adapun, Kementerian Kesehatan juga akan membuat buku panduan kegiatan yang ada di dalam lingkungan karantina selama 14 hari.

"Nanti bikin panduan kwgiatan yang ada di karantina. Makannya apa saja, kegiatannya apa saja. Olahraga, kesenian. Itu bosen loh. Supaya yang pulang tetap dalam keadaan ceria. Kalau mereka ditaruh di RS nanti bikin stres," tambah Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More