Kamis 30 Januari 2020, 07:20 WIB

Presiden Apresiasi Prestasi Kemensos Dorong KPM PKH Berdikari

mediaindonesia.com | Humaniora
Presiden Apresiasi Prestasi Kemensos Dorong KPM PKH Berdikari

DOK KEMENSOS
Presiden RI Joko Widodo dan Mensos Juliari P Batubara.

 
Presiden RI Joko Widodo mengapresiasi prestasi Kementerian Sosial (Kemensos) di bawah kepemimpinan Mensos Juliari P Batubara. Kemensos sukses telah mengukuhkan capaian dalam pengentasan kemiskinan. 
 
Tidak hanya jumlah kemiskinan yang terus naik, namun juga jumlah KPM PKH yang terus meningkat. "Tahun lalu, yang lulus sebesar 1,3 juta KPM, dari 15 juta yang menerima PKH," kata Presiden saat menghadiri acara Penyerahan Program Keluarga Harapan Tahap I, Tahun 2020, di Kota Cimahi, Rabu (29/01/2020 ). 
 
Presiden berharap, jumlah KPM PKH yang 'lulus' akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Tahun ini, kata Presiden, yang lulus diharapkan semakin besar, demikian juga tahun depan dan seterusnya. "Sehingga, ke depan angka kemiskinan semakin lama semakin kecil. Sehingga kita semua semakin sejahtera, " kata Presiden.
 
Sesuai hasil survei BPS, angka kemiskinan di Indonesia turun dari 9,66% pada September 2018 menjadi 9,22% pada September 2019. 
 
Kepada Mensos, Presiden meminta agar dilakukan mendorong terhadap para KPM PKH. Di antara 2.500 yang hadir di Lapangan Rajawali, Presiden yakin ada yang berbakat berbisnis. "Kalau ada yang berbisnis nanti bisa sulit. Aku tahu ada yang mau jual bakso aja, enggak apa-apa. Jualan nasi enggak apa-apa. Yang penting menambah. Kalau usaha terus berhasil maka modalnya kurang, kita akan larikan ke KUR, atau dengan Mekaar, atau UMI, " kata Presiden. 
 
Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur individu. Mekaar adalah PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sejak awal 2016 lalu telah menggalakkan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) merupakan program lanjutan dari program bantuan sosial menuju kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah.
 
Potensi KUR Rp375 miliar
Dalam kesempatan itu, Mensos Juliari melaporkan kepada Presiden, sebesar 6,8 juta KPM PKH dan BPNT yang mengelola BNI saat ini merupakan 1,3 juta KPM yang lulus alamiah. "Mereka adalah KPM yang tidak lagi menerima bansos karena sudah tidak memenuhi persyaratan bansos dan 15 ribu KPM lulus yang memiliki usaha," kata Mensos. 
 
"Segmen inilah yang menjadi sasaran utama KUR lulus dengan nilai rata-rata mendapatkan KUR sebesar Ro20 juta, maka total potensi pendanaan sebesar Rp375 miliar," lanjut Mensos. 
 
Di samping itu, terdapat 2,470 KUBE binaan Kemensos yang meminta izin KUR Rp123 miliar. Sementara 10.530 agen46 / e-warong Dinsos / RPK juga menerima KUR menerima Rp263 miliar.  "Dengan demikian, Bapak Presiden, sepenuhnya berpotensi memperoleh KUR pemberdayaan daerah BNI di Kemensos RI sebesar Rp761 miliar," kata Mensos. 
 
Ke depan, Mensos akan terus mendorong agar semakin banyak KPM PKH yang lulus dan diberikan fasilitas pinjaman bebas dari bank Himbara melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan dari Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui Program Mekaar, dalam rangka meningkatkan ekonomi kerakyatan di Indonesia Maju . (RO / OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More