Jumat 31 Januari 2020, 16:17 WIB

Awas, Udara Buruk Perkotaan Picu Penyakit Kardiovaskuler

Melalusa Susthira | Weekend
Awas, Udara Buruk Perkotaan Picu Penyakit Kardiovaskuler

MI/ADI MAULANA IBRAHIM
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara d, Jakarta Utara, akhir tahun lalu.

BERAKTIVITAS di luar ruangan dengan udara perkotaan yang tercemar polusi, memiliki efek buruk yang nyata terhadap kesehatan. Hal tersebut diafirmasi oleh sebuah penelitian baru-baru ini yang menyebut, bahwa menghirup asap knalpot diesel tingkat perkotaan meskipun untuk waktu yang relatif singkat, dapat merusak kesehatan jantung.

Penelitian yang diterbitkan di European Journal of Preventive Cardiology itu menunjukkan bahwa hanya dengan menghirup udara tercemar polusi selama dua jam, efeknya akan berlangsung selama 24 jam di tubuh dan menunjukkan langkah pertama penyakit kardiovaskuler. Jika terus berulang, hal bahkan ini dapat memicu stroke dan serangan jantung.

Penelitian dilakukan dengan menganalisa 40 peserta sehat yang dipilih secara acak untuk menghirup asap knalpot diesel atau udara bersih yang telah difilter selama dua jam di ruangan laboratorium khusus. Setelah empat minggu, peserta kemudian saling bertukar ruangan sehingga masing-masing merasakan sesi menghirup udara polusi dan sesi menghirup udara bersih.

Sesi percobaan menghirup udara berpolusi sendiri dihasilkan dari mesin diesel. Sepanjang sesi, kadar karbon monoksida dan polutan lainnya diatur menyerupai udara di pusat kota yang padat. Selama penelitian para peserta juga diminta untuk menghindari konsumsi alkohol, kafein, rokok, dan perubahan pola makan.

Para peneliti kemudian mengukur semua indikator yang berhubungan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah, seperti detak jantung, penggumpalan darah, serta kelenturan pembuluh darah. Hasilnya, udara yang tercemar memiliki efek yang merugikan dan jangka panjang pada semua indikator pengukuran sistem kardiovaskuler, dibandingkan dengan udara bersih yang telah difilter.

Penulis penelitian dari National and Kapodistrian University of Athens, Dimitris Tousoulis menyimpulkan bahwa penelitiannya memberikan wawasan tentang bagaimana mekanisme polutan knalpot diesel perkotaan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Ia menyebut efek merusak yang ditunjukkan dalam hasil penelitian ini kemungkinan akan berlipat ganda, dan bahkan seumur hidup bagi sebagian orang seiring dengan paparan yang berulang.

"Untuk menghindari bahaya permanen, kami harus menjaga tingkat polusi dalam penelitian di bawah batas aman, menyiratkan bahwa tingkat 'aman' sekalipun dapat merusak kesehatan ketika sering diulang-seperti yang terjadi pada penduduk kota," terang Tousoulis, seperti dikutip medicalexpress.com. (M-4)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More