Jumat 31 Januari 2020, 13:30 WIB

Dua Flyover Selesai, Wali Kota Bekasi Jamin Kemacetan Berkurang

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Dua Flyover Selesai, Wali Kota Bekasi Jamin Kemacetan Berkurang

Dok Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik DKI Jakarta
Wali Kota Bekasi Rahmat Efendi saat meresmikan dua flyover di Bekasi

 

DUA jalan layang atay flyover di Bekasi telah rampung dan diresmikan hari ini oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Efendi bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Rahmat Efendi optimistis kehadiran dua jalan layang itu telah mengurangi titik kemacetan. Diyakini kemacetan di wilayah itu akan berkurang hingga 30%.

"Tadi saya sudah sampaikan bahwa ada 19 titik macet di Kota Bekasi. Dua tahun yang lalu kita bisa menyelesaikan konsen Jati Asih dan Ujung Menteng. Sekarang ini bukan dua titik, tiga titik. Tahu sendiri, Jati Asih itu mengurai jalan nasional. Ujung Menteng mengurai jalan provinsi. Artinya ya sudah 30% (kemacetan berkurang). Tiga titik ini sudah 30%," ungkapnya usai peresmian flyover di Bekasi, Jumat (31/1).

Baca juga: Anies Resmikan Dua Flyover di Bekasi

Menurutnya, sisa titik-titik kemacetan lainnya juga harus dibereskan Pemkot Bekasi meski masih berkaitan dengan wewenang pemerintah pusat karena merupakan jalan nasional.

"Ada titik-titik lain tapi ini masalah jalannya beda. Yang satu jalan nasional yang Rawa Panjang. Yang ini jalan Provinsi. Dan yang Jati Asih bahkan mendukung pintu keluar-masuknya tol Jati Asih," ungkapnya.

Sementara itu, Rahmat menambahkan untuk memecah kemacetan di Bekasi memang harus melibatkan banyak pihak. Sebab, sebagian besar jalan-jalan di Bekasi adalah jalan nasional serta jalan provinsi yang terhubung dengan jalan nasional.

"Karena yang dipecahkan persoalan akut di Kota Bekasi itu adalah titiknya satu jalan nasional, satu jalan provinsi, satu lagi antara provinsi dan nasional yaitu Jati Asih," tandasnya.

Dua flyover yang diresmikan hari ini adalah flyover Cipendawa dan Rawa Oanjang. Flyover Cipendawa akan menghubungkan Jalan Raya Cipendawa dan Jalan Raya Narogong.

Sementara flyover Rawa Panjang menghubungkan Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan Raya Narogong. Flyover ini juga menjadi akses tercepat menuju TPST Bantargebang.

Untuk diketahui kedua flyover dibangun menggunakan anggaran hibah dari Pemprov DKI senilai Rp660 miliar yang diberikan dalam dua tahap dan dipakai untuk pembangunan konstruksi serta pembebasan lahan sejak 2017 silam.

Tahap pertama diberikan senilai Rp188 miliar untuk konstruksi dan Rp372 miliar untuk pembebasan lahan. Tahap kedua diberikan senilai Rp228 miliar. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More