Jumat 31 Januari 2020, 09:35 WIB

Satgas OJK Hentikan 28 Kegiatan Usaha tanpa Izin

Ant/E-2 | Ekonomi
Satgas OJK Hentikan 28 Kegiatan Usaha tanpa Izin

Medcom.id
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing

 

SATGAS Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan 28 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan tanpa izin dari otoritas berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam Lumban Tobing, dalam keterangannya di Jakarta, kemarin, memperinci ke-28 entitas tersebut, yakni 13 perdagangan forex, 3 penawaran pelunasan utang, 2 investasi money game, 2 equity crowdfunding, 2 multilevel marketing, 1 investasi sapi perah, 1 investasi properti, 1 pengadaian, 1 platform iklan digital, 1 investasi cryptocurrency, dan 1 koperasi.

Lebih lanjut, menurutnya, terdapat tiga entitas yang ditangani Satgas telah mendapatkan izin usaha penjualan produk dengan sistem penjualan langsung, yaitu PT Dxplor Duta Media, PT Indonesia Wijaya Sejahtera, dan PT Makin Jaya Agung. Satu entitas yang telah membuktikan bahwa kegiatannya bukan merupakan fintech lending ialah Yayasan Beruang Cerdas Indonesia sehingga dilakukan normalisasi atas aplikasi yang telah diblokir.

"Hasil penelusuran Satgas pada Januari 2020 ditemukan 120 entitas yang melakukan kegiatan fintech peer to peer lending ilegal dan tidak terdaftar," ucap Tongam.

Sebelumnya, pada 2019, Satgas Waspada Investasi menghentikan kegiatan 1.494 fintech peer to peer lending ilegal. Total yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi sejak 2018 hingga Januari 2020 sebanyak 2.018 entitas.

Tongam mengatakan, untuk menampung pengaduan, konsultasi, dan sosialisasi langsung mengenai berbagai persoalan yang terkait dengan investasi, fintech lending, dan gadai swasta ilegal, Satgas kembali membuka Warung Waspada Investasi yang bertempat di The Gade Coffee Gold, Jalan H Agus Salim, Jakarta Pusat, yang beroperasi setiap Jumat pukul 09.00-11.00 WIB. (Ant/E-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More