Jumat 31 Januari 2020, 09:25 WIB

BI Sebut Momentum Tepat Berinvestasi

Hilda Julaika | Ekonomi
BI Sebut Momentum Tepat Berinvestasi

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo

 

GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan saat ini ialah kesempatan yang baik untuk berinvestasi di Indonesia.

"Hal ini didasari oleh kondisi Indonesia yang semakin baik, ketahanan Indonesia semakin kuat, stabilitas ekonomi nasional terjaga, dan momentum pertumbuhan berlanjut di tengah ketidakpastian ekonomi global," katanya dalam acara Visionary Talk yang merupakan bagian dari rangkaian acara Annual Investment Forum 2020 di Bali, kemarin.

Gubernur BI, seperti dikutip Departemen Komunikasi BI dalam info terbarunya, mengatakan Indonesia mampu menjadi salah satu performer terbaik di Asia dalam mempertahankan stabilitas ekonomi selama 2019.

Pada kesempatan itu, Perry juga menyampaikan salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia ialah melalui bauran kebijakan.

Di tengah pelemahan ekonomi global yang masih berlanjut, bauran kebijakan BI yang akomodatif akan dilanjutkan pada 2020. Seluruh instrumen bauran kebijakan BI diarahkan untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi.

"Suku bunga kebijakan moneter diturunkan, likuiditas dikendurkan, dan stabilisasi nilai tukar rupiah dilakukan," katanya.

Menurut Perry, pelonggaran kebijakan makroprudensial juga kembali ditempuh. Bauran kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif itu ditujukan untuk meningkatkan intermediasi perbankan dan pembiayaan ekonomi lainnya dari sisi penawaran dan permintaan.

"Kebijakan akomodatif juga terus ditempuh di bidang sistem pembayaran yang difokuskan pada penguatan instrumen dan infrastruktur publik berbasis digital, termasuk implementasi QR Code Indonesian Standard (QRIS)," katanya.

Annual Investment Forum 2020 merupakan acara yang diadakan secara rutin setiap tahun oleh BI. Acara itu juga dirangkaikan dengan acara seminar internasional yang menghadirkan pembicara yang berasal dari kalangan ekonom, pengelola investasi perbankan, pengelola aset global, serta bank sentral dari berbagai negara.

Dongkrak pertumbuhan

Dari kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman, mengatakan RUU Omnibus Law tentang Cipta Lapangan Kerja bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi menjadi 5,7%-6%, sekaligus menambah tenaga sumber daya manusia berkualitas hingga 2,7 Juta-3 juta orang per tahun.

"Ini akan mampu mendukung perubahan struktur ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 5,7%-6%," kata Fadjroel, kemarin.

Omnibus law atau rancangan undang-undang penyederhanaan hukum tentang cipta lapangan kerja telah ditetapkan DPR untuk masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020. Pemerintah sudah memasuki tahap finalisasi naskah (draf) RUU sebelum diserahkan kepada DPR untuk dibahas dan ditetapkan menjadi UU.

Fadjroel mengatakan RUU itu akan merombak 79 UU dan 1.239 pasal yang berfokus pada penyederhanaan regulasi untuk transformasi ekonomi. (Ant/E-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More