Jumat 31 Januari 2020, 06:05 WIB

WHO Tetapkan Merebaknya Virus Korona Darurat Internasional

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
WHO Tetapkan Merebaknya Virus Korona Darurat Internasional

Antara
Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kupang memeriksa enam warga negara China yang terdampar di perairan Rote Ndao

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah virus korona di Tiongkok saat ini sebagai darurat kesehatan internasional.
 
Pengumuman itu disampaikan Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal WHO, Kamis (30/1), setelah sidang Komisi Darurat. Keputusan diambil sebuah panel para ahli independen di tengah meningkatnya bukti penyebaran virus ke 18 negara.
 
Tedros mengatakan dalam konferensi pers di Jenewa, pekan-pekan belakangan ini memperlihatkan sebuah persebaran yang luar biasa yang
dihadapi dengan tanggapan yang luar biasa.
 
"Izinkan saya menjelaskan, pengumuman ini bukan merupakan pemungutan suara tanpa kepercayaan di Tiongkok," katanya.
 
"Keprihatinan terbesar kami adalah potensi virus itu menyebar ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah," tambahnya.
 
Panel WHO, yang diketuai Didier Houssin dari Prancis, terdiri atas 16 para ahli independen.
 
Dua pekan lalu para ahli itu memutuskan tak mengumumkan keadaan darurat saat mereka mencari informasi lebih banyak dari Tiongkok dan menunggu bukti tentang penyebaran virus dari manusia ke manusia yang terkonfirmasi dari negara-negara lain, sehingga memenuhi kriteria mereka untuk menyatakan darurat global.
 
Deklarasi darurat global mendorong rekomendasi bagi semua negara berupaya mencegah atau mengurangi penyebaran penyakit lintas batas, seraya menghindarkan campur tangan yang tak perlu dalam perdagangan dan perjalanan.
 
Hal ini mencakup rekomendasi sementara bagi otoritas kesehatan nasional seluru dunia yang mencakup mempercepat langkah-langkah pemantauan,
persiapan dan penanganan.
 
Meski WHO tak punya otoritas legal untuk memberikan sanksi pada negara-negara, badan itu dapat meminta pemerintah untuk memberikan
pembenaran ilmiah untuk pembatasan setiap perjalanan dan perdagangan yang mereka terapkan dalam kejadian darurat internasional. (OL-13)

Baca Juga

AFP/Olivier Douliery

Pertumbuhan Pelanggan Lambat, Saham Netflix Anjlok

👤Tesa Oktiana Surbakti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 04:15 WIB
Pada awal pandemi covid-19, pelanggan Netflix bertambah 28,1 juta. Namun pada kuartal III 2020, hanya 2,2 juta dari jumlah tersebut...
AFP

DK PBB Minta Armenia dan Azerbaijan Hormati Gencatan Senjata

👤MI 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 02:45 WIB
ANGGOTA Dewan Keamanan PBB meminta Armenia dan Azerbaijan untuk menghormati gencatan senjata baru di...
AFP

Polisi Thailand Selidiki Media

👤MI 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 02:25 WIB
POLISI Thailand mengatakan telah memerintahkan penyelidikan terhadap empat media...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya