Jumat 31 Januari 2020, 05:45 WIB

Lovecare Sediakan Layanan Kesehatan di Rumah

(Aiw/H-3) | Humaniora
Lovecare Sediakan Layanan Kesehatan di Rumah

istimewa

 

Keterbatasan layanan kesehatan di rumah (homecare) yang ditangani tenaga medis profesional sering kali menjadi kendala bagi pasien di Indonesia. Menjawab kebutuhan tersebut, Lovecare meluncurkan aplikasi digital yang menyediakan layanan perawatan profesional.

President Commissioner Lovecare Veronica Tan mengungkapkan, pembentukan Lovecare lahir dari pengalamannya saat menjabat sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta, serta keinginan untuk membuat inovasi di sektor kesehatan dengan memanfaatkan teknologi.

"Kendala zaman sekarang kita kerja tapi kita khawatir orangtua kita di rumah gimana ya? Nah, biasanya kita panggil home care yang datang kita pesan pakai WA biasanya ganti lagi dua hari, tiga hari, enggak cocok harus ngulang lagi briefing dari awal," kata Veronica dalam acara launching Lovecare di Jakarta, Kamis (30/1).

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa mendapatkan layanan home care dari tenaga medis yang profesional dan tepercaya. "Para perawat di Lovecare sudah teregistrasi serta melewati seleksi yang ketat," jelas Medical Director Lovecare Venita Eng.

Layanan Lovecare terintegrasi dan transparan. Pemesanan, pembayaran, penjadwalan, hingga pelaporan dapat dilakukan secara daring. Layanan akan disesuaikan. "Setiap pasien pasti akan beda kriterianya, ceritakan pasiennya seperti apa, penyakitnya apa, nanti kita yang kasih rekomendasi perawatnya," imbuh President Director Lovecare Susan Nio.

Mantan Menteri kesehatan Nila Djuwita Moeloek mengapresiasi keberadaan Lovecare yang dinilai dapat membantu kebutuhan masyarakat saat ini. Selain membantu pasien, Lovecare membuka lapangan pekerjaan bagi para perawat.

"Saya sangat mendukung karena saya ingin mendorong perawat-perawat kita untuk mendapat pekerjaan. Jadi mereka tidak hanya bekerja di rumah sakit saja, tetapi juga bisa bekerja di dalam home care seperti ini," tandasnya. (Aiw/H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More