Kamis 30 Januari 2020, 22:28 WIB

Tiongkok Kucurkan US$4 Miliar untuk Perangi Wabah Corona

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Tiongkok Kucurkan US$4 Miliar untuk Perangi Wabah Corona

AFP
Penduduk Beijing mengenakan masker saat berbelanja di kota itu

 

PEMERINTAHTiongkok mengalokasikan hampir US$4 miliar (Rp54 triliun) untuk menangkal wabah virus corona yang sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 170 orang di seluruh dunia, Kamis (30/1).

Sebanyak 4.895 pekerja medis dan 44 pesawat carteran sarat dengan pasokan bantuan, kata pihak berwenang di Beijing, sejauh ini telah mencapai Wuhan, Provinsi Hubei--pusat virus-- untuk merespons epidemi tersebut.

Gubernur Hubei telah mengeluhkan kurangnya barang-barang yang diperlukan untuk memerangi penyakit virus itu.

"Hal pertama yang ingin saya lakukan ketika saya bangun setiap pagi adalah mencari tahu cara mendapatkan pakaian pelindung sekali pakai," kata saluran berita Tiongkok CGTN mengutip gubernur. "Ada kekurangan pasokan medis, tidak hanya di Wuhan tetapi di kota-kota sekitarnya juga."

Selain kematian, jumlah kasus yang dikonfirmasi dari virus corona--dikatakan telah ditularkan ke manusia dari kelelawar--telah meningkat menjadi lebih dari 7.000 orang.

Sementara infeksi telah menyebar di seluruh wilayah Tiongkok, kasus baru terus muncul di seluruh dunia meskipun karantina dan penguncian perjalanan belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut kantor berita Press Trust of India (PTI), Tiongkok mengalokasikan 7,3 miliar yuan (US$3,94 miliar) untuk memerangi virus itu.

"Lebih banyak upaya diperlukan untuk meningkatkan langkah-langkah fiskal dan perpajakan untuk pencegahan dan pengendalian virus corona tepat waktu," kata Kementerian Keuangan negara itu.

Sementara itu, Yayasan Jack Ma, sebuah badan amal yang dimiliki oleh pendiri Alibaba dan orang terkaya Tiongkok, telah menyumbangkan 100 juta yuan (US$14,4 juta) untuk membantu penelitian dan pengembangan vaksin untuk virus tersebut.

Presiden Xi Jinping, Xinhua melaporkan, juga telah mengarahkan militer negara itu untuk memikul tanggung jawab dan memberikan kontribusi untuk memenangi pertempuran melawan epidemi virus corona baru.

"Angkatan bersenjata dengan cepat memprakarsai mekanisme pencegahan dan pengendalian bersama dan mengirim tim medis elit untuk memerangi epidemi di garis depan (di Wuhan)," kata laporan itu.

Sementara itu, otoritas udara Tiongkok telah mengizinkan penduduk Wuhan yang tinggal di manapun untuk terbang pulang, South China Morning Post melaporkan.

Taiwan juga telah meminta Beijing agar warga mereka yang terperangkap di Wuhan diizinkan pulang dengan penerbangan carter. Namun Beijing belum menanggapi permintaan tersebut. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More