Kamis 30 Januari 2020, 21:23 WIB

Kecelakaan di Tol Kalimantan Umumnya Lebihi Kecepatan

Rudi Agung | Nusantara
Kecelakaan di Tol Kalimantan Umumnya Lebihi Kecepatan

Antara
Presiden Jokowo meresmikan Tol Kalimantan pada 17 Desember 2019

 

SEJAK diresmikan Presiden Jokowi pada 17 Desember 2019, dalam rentang sebulan terakhir, terjadi 10 kecelakaan di tol Kalimantan. Beruntung, kecelakaan di tol Balikpapan - Samarinda itu tak menelan korban jiwa.

Demikian diungkapkan Kasat PJR Dit Lantas Polda Kaltim AKBP  Welly Djatmoko, Kamis (30/1).

Menurut Welly rerata kecelakaan itu melibatkan kendaraan city car. Umumnya disebabkan over speed sehingga bannya pecah. Padahal tol ini didesain untuk batas kecepatan maksimal 80 km/jam.

"Batas kecepatan yang diatas rata-rata diduga mengakibatkan ban pecah. Semuanya begitu. Mungkin karena ban yang bergesekan dengan jalan
cor-coran," ujarnya.

Selain over speed, sambungnya, ada pula kecelakaan yang diduga karena sopir kelelahan. Akhirnya mengantuk dan menabrak beton pembatas.

Meski demikian, seluruh korban hanya mengalami luka ringan dan kerugian materil. "Tidak ada yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa." Mulusnya
jalan kerap membuat pengendara melupakan batas kecepatan.

Untuk itu, ujar Welly, pihaknya akan terus gencar melakukan sosialisasi batas kecepatan di tol tersebut. Hal ini untuk menekan angka kecelakaan.

Pihaknya mengakui, masih ada kendala bagi pengendara yang mengalami kecelakaan. Selama ini belum ada kanal informasi khusus untuk melaporkan bila terjadi kendaraan.

Untuk mengatasinya, Polda Kaltim dan Jasa Marga menggencarkan patroli jalan raya. PJR ini juga mengingatkan pengendara yang melewati batas
kecepatan maksimal.

Petugas akan melakukan patroli setiap jam sepanjang hari. Selain itu pihaknya juga akan menambah jumlah pos yang ada dibangun di tiga wilayah

"Saat ini jumlah pos memang masih ada satu. Rencananya akan ditambah lagi, totalnya tiga. Jadi ada di Balikpapan, Kukar dan Samarinda,"
ujarnya.

Ia kembali mengingatkan agar pengendara berhati-hati melewati area yang masih minim rambu. "Perhatikan batas kecepatan. Bila ngantuk jangan
dipaksakan. Istirahat dulu," ujarnya. (OL-13)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More