Kamis 30 Januari 2020, 22:50 WIB

Duterte Pilih Absen pada Pertemuan AS-ASEAN

Duterte Pilih Absen pada Pertemuan AS-ASEAN

AFP
Presiden Filipina Rodrigo Duterte

 

PRESIDEN Filipina Rodrigo Duterte mengindikasikan akan absen pada acara pertemuan AS-ASEAN yang dilaksanakan Maret mendatang dengan alasan masalah strategi dan geopolitik. Namun, diperkirakan ini akibat perseteruan yang makin meruncing antara Duterte dan Washington.

Sebelumnya telah terjadi pertikai­an diplomatik karena Amerika Serikat tidak memberikan visa untuk salah satu sekutu politik Duterte.

Duterte mengatakan, ia sekarang tengah meninjau kembali hubungan antara Filipina dan Amerika Serikat. Ia juga melarang anggota kabinetnya bepergian ke AS. “Tidak ada anggota kabinet yang diizinkan pergi ke Amerika Serikat, kecuali Menlu,” tegas Duterte.

Sejak menjadi presiden pada 2016, Duterte telah beberapa kali mengancam akan memutus aliansi Asia Tenggara dengan AS, sambil mengejar hubungan yang lebih dekat dengan Tiongkok.

Perselisihan AS-Filipina juga terjadi  karena Senat AS pada bulan lalu mengeluarkan resolusi berisi sanksi terhadap pejabat Filipina­ yang terlibat dalam perang melawan bandar narkoba. Senat AS juga mengecam penahanan Leila De Lima, seorang kritikus Duterte yang dipenjara karena tuduhan penyalahgunaan narkoba.

“Kami tidak akan tinggal diam jika mereka mengganggu kedaulatan Filipina,” kata juru bicara kepresidenan Filipina, Salvador Panelo, Desember lalu, seperti dilansir Harian South China Morning Post.

AS kemudian juga membatalkan visa bagi Senator Ronald dela Rosa, mantan kepala polisi Filipina yang mengomandoi operasi terhadap bandar narkoba yang merenggut lebih dari 5.000 jiwa
Sebagai balasan, Duterte mengancam akan mengakhiri perjanjian pasukan kunjungan (VFA) dengan AS yang ditandatangani pada 1998.
Perjanjian itu mengatur kerja sama AS dan Filipina untuk latihan militer dan operasi kemanusiaan.

“Aku akan melakukannya bukan hanya untuk dela Rosa, melainkan untuk warga Filipina,” tukasnya.
AS merupakan sekutu pertahanan terbesar Filipina. Jutaan warga Fi­lipina juga memiliki kerabat yang merupakan warga negara AS. (SCMP/Rif/X-11)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More