Kamis 30 Januari 2020, 22:00 WIB

Demokrat Berjuang Hadirkan Bolton

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Demokrat Berjuang Hadirkan Bolton

AFP
Mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton

 

JELANG berakhirnya sidang pemakzulan di Senat AS, tim hukum Presiden Donald Trump terus menentang upaya kubu Partai Demokrat yang berusaha menghadirkan mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton sebagai saksi. Alasannya, pemanggilan Bolton hanya akan memperlama proses persidangan.

Bolton sebelumnya menulis dalam draf bukunya bahwa Trump memang mengaitkan bantuan militer ke Ukraina dengan upaya penyelidikan oleh Ukraina terhadap saingan politik Trump, yaitu mantan Wakil Presiden AS Joe Biden.

Partai Republik sebagai pendukung Trump saat ini menguasai Senat AS dengan 53 kursi melawan Demokrat dengan 47 kursi. Pemimpin minoritas Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mengatakan sangat berat  untuk mendapatkan dukungan yang cukup dari Partai Republik agar bisa mengeluarkan surat panggilan pengadilan kepada Bolton, yang sebetulnya siap bersaksi dalam persidangan.

Sementara itu, Trump meminta Partai Republik untuk menolak desakan menghadirkan Bolton sebagai saksi.

“Terus terang, jika saya mende­ngarkan nasihat Bolton, kita akan berada di perang dunia keenam sekarang,” kata Trump, Kamis (30/1).

“(Dia) dipecat dan segera menulis buku yang jahat dan tidak benar, isinya semua rahasia keamanan nasional. Siapa yang akan melakukan ini?” tambahnya.

Senada dengan Trump dan menyuarakan pandangan sebagian besar rekannya di Republik, Senator John Barrasso menentang pemanggilan saksi lebih lanjut dan mendesak persidangan pemakzul­an Trump segera diakhiri.

“Warga Amerika Serikat sudah cukup mendengar. Mayoritas orang Amerika mengatakan persidangan ini hanya buang-buang waktu karena mereka tahu Presiden tidak akan tergantikan,” kata Barrasso.

Sementara itu, Wakil Penasihat Gedung Putih, Patrick Philbin, mengatakan kehadiran Bolton akan menghadirkan masalah keamanan yang serius.

“Dia menyimpan semua rahasia negara dan lembaga ini akan lumpuh secara efektif selama berbulan-bulan,” ucapnya.

Ia mengatakan, Gedung Putih akan mencegah kesaksian Bolton dan masalah itu akan berakhir dalam pertempuran hukum yang panjang di pengadilan.

Dewan Keamanan Nasional mengatakan bahwa buku Bolton berdasarkan tinjauan pendahuluan mengandung sejumlah besar informasi rahasia dan tidak dapat diterbitkan dalam bentuk buku pada saat ini.

Di sisi lain, ketua tim penuntut dari Demokrat, Adam Schiff, mengatakan kesaksian Bolton sangat penting untuk terciptanya pengadilan yang adil.

“Jangan menunggu bukunya terbit. Kasus ini sebetulnya sudah sangat jelas tanpa perlu kehadiran John Bolton, tetapi jika Anda (Senator) masih ragu, kehadiran Bolton dapat menghapus semua keraguan tersebut,” kata Schiff.


Sesi tanya-jawab

Pertarungan Demokrat melawan Republik dalam upaya mengha­dirkan Bolton sebagai saksi kian menguat karena sidang pemakzul­an, kemarin, mulai memasuki sesi tanya-jawab. Para senator yang menjadi juri dan akan menentukan nasib Trump mulai memperta­nyakan berbagai fakta kepada tim penuntut dari Demokrat dan tim hukum Trump.

Senator mengajukan pertanyaan secara tertulis, yang kemudian dibacakan oleh Ketua Mahkamah Agung John Roberts. (AFP/X-11)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More