Kamis 30 Januari 2020, 18:45 WIB

Pemakzulan Trump, Gedung Putih Larang Terbitnya Buku Rahasia

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Pemakzulan Trump, Gedung Putih Larang Terbitnya Buku Rahasia

AFP/Brendan Smialowski
Pengunjuk rasa berdiri di depan Capitol Hill yang gelar pengadilan impeachment Presiden Dinald Trump

 

DITENGAH proses persidangan pemakzulan yang mengancam kursi Trump. Gedung Putih melarang terbitnya sebuah buku rahasia yang diduga berisi tentang kebijakan keamanan yang dilakukan Presiden Trump.

Dewan Keamanan Nasional (NSC) mengatakan buku itu memiliki informasi sangat rahasia yang harus dihapus berkaitan pula dengan John Bolton

Direktur senior NSC, Ellen Knight, mengatakan dalam sebuah surat kepada pengacara Bolton bahwa setelah tinjauan pendahuluan, sebagian isi buku itu tampaknya mengandung sejumlah besar informasi rahasia.

"Tampaknya juga beberapa informasi rahasia ini berada pada level paling rahasia," ujar Knight, kemarin.

Dia memerintahkan naskah buku tidak boleh diterbitkan sebelum informasi rahasia itu dihapus.

Diduga kuat isi buku mengungkapkan laporan tentang presiden yang secara langsung mengatakan kepada Bolton ia akan menahan bantuan militer AS kepada Ukraina untuk menekan Kiev agar membantunya memenangi pemilihan umum AS pada 2020.

Maka itu Demokrat menuntut mantan penasehat keamanan nasional John Bolton bersaksi segera dan beberapa senator Republik juga menyarankan mereka ingin mendengar kesaksian dari mantan pembantu Trump itu.

Sementara itu, persidangan pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memasuki fase baru, kemarin.

Pada sesi ini para senator diberi kesempatan pertama untuk mengajukan pertanyaan kepada para manajer Partai Demokrat di DPR yang menuntut kasus tersebut dan tim pembela presiden.

Baik manajer DPR dan pengacara presiden menyampaikan argumen mereka untuk dan menentang pemakzulan Trump dari jabatannya selama enam hari terakhir.

Tim Demokrat menghabiskan sebagian besar dari 24 jam jatah mereka selama tiga hari untuk menguraikan dua pasal pemakzulan untuk melengserkan Trump. Yaitu, penyalahgunaan kekuasaan dan penghambatan penyelidikan kongres.

Mereka berpendapat jika Trump gagal diturunkan dari jabatannya akan menjadi preseden berbahaya bagi para pemimpin masa depan AS yang menggunakan jabatan untuk kepentingan diri sendiri.

Sedangkan, tim pembela Trump menilai pemakzulan sebagai upaya untuk merusak demokrasi AS. Mereka berulang kali kembali ke fakta bahwa presiden tidak melakukan kejahatan dan menegaskan alasan pemakzulan yang disampaikan Demokrat subyektif dan berbahaya.

Para senator dilarang berbicara selama persidangan, kemarin dan hari ini, Kamis (30/1). Senator hanya boleh mengajukan pertanyaan tertulis kepada Hakim Agung John Roberts yang akan diajukanke penuntutan maupun pembelaan.

Setelah fase ini, persidangan akan berlanjut ke perdebatan yang banyak ditunggu-tunggu tentang apakah lebih banyak bukti--termasuk saksi dan dokumen panggilan pengadilan--akan diizinkan.

Pada Jumat (31/1), para senator akan mengadakan pemungutan suara untuk memutuskan apakah akan mengizinkan atau tidak saksi dalam persidangan.(Aljazeera/BBC/OL-2)

Baca Juga

Dok Pribadi

Curhat Mahasiswa Asal Bogor di Azerbaijan di Kala Pandemi Korona

👤Dede Susianti 🕔Rabu 01 April 2020, 12:50 WIB
Bila dia biasa mengonsumsi makanan superirit di asramanya yang senilai 4 manat, kini dia membeli makanan versi sangat irit seharga 1...
AFP/Handout / COMUNIDAD DE MADRID

Sembilan WNI di Spanyol Positif Covid-19

👤Antara 🕔Rabu 01 April 2020, 12:48 WIB
"Saat ini, tercatat 9 orang terjangkit Covid-19, sebanyak 2 dirawat di rumah sakit, 6 menjalani karantina mandiri di rumah, dan 1...
AFP/File / Thibault Savary

Vaksin Covid-19 Baru Bisa Digunakan 18 Bulan Lagi

👤Deri Dahuri 🕔Rabu 01 April 2020, 12:43 WIB
Ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus telah memuji ‘sebuah pencapaian luar biasa’ atas hasil...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya