Kamis 30 Januari 2020, 15:57 WIB

Virus Korona Bisa Sembuh oleh Tubuh Sendiri

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Virus Korona Bisa Sembuh oleh Tubuh Sendiri

MI/Adam Dwi
Dekan Fakultas Kedokteran UI Ari Fahrial Syam

 

PEMBERITAAN penyebaran virus korona tak melulu diwarnai berita duka cita. Hingga Rabu (29/1), sekitar 110 pasien positif virus korona dinyatakan sembuh meskipun sampai saat ini belum ditemukan vaksi atau obat yang dapat menyembuhkan virus tersebut.

Dekan Fakultas Kedokteran UI sekaligus Spesialis Penyakit Dalam RSCM Ari Fahrial Syam menjelaskan, hal ini dapat terjadi karena sebagian virus memiliki sifat self limiting disease.

"Artinya kita kena virus, bisa tubuh kita sendiri yang mengobati. Makanya kalau di luar negeri, kita berobat ke dokter karena flu, obatnya paling cuma vitamin nggak perlu antibiotik. Cukup istirahat, banyak makan, tidur, dia akan membaik karena tubuhnya sendiri yang akan menyembuhkan," jelas Ari dalam Seminar Wabah Coronavirus Status Terakhir di Indonesia di FKUI, Jakarta, Kamis (30/1).

Ari menjelaskan, dalam penanganan virus korona, pasien hanya diobati secara suportif, yaitu mengobati keluhan yang dirasakan. Proses penyembuhan pun bergantung pada kondisi/daya tahan tubuh pasien dalam melawan virus tersebut.

"Kalau dia demam dikasih obat demam, kalau dia sesak dikasih untuk pernafasan. Artinya, pengobatan yang diberikan hanya suportif. Tapi pada akhirnya tergantung kita menunggu daya tahan tubuh orang itu yang bisa mengobati virus tersebut hingga kembali fit sampai akhirnya virusnya hilang," terangnya.

Baca juga: Korban Virus Korona Bertambah, Masyarakat Diimbau Tunda Bepergian

Dia menambahkan, pemberian antibiotik tidak diperlukan jika tidak terjadi infeksi sekunder pada tubuh pasien.

"Pada kasus yang dilaporkan di awal ada infeksi ikutan. Dia sudah kena virus, kena bakteri, kalau kena bakteri dia baru harus dikasih antibiotik," tukasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More