Kamis 30 Januari 2020, 15:52 WIB

Kemenkes Anjurkan Masyarakat Minum Jamu untuk Cegah Kanker

Atalya Puspa | Humaniora
Kemenkes Anjurkan Masyarakat Minum Jamu untuk Cegah Kanker

Istimewa/Kemenkes
Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Ditjen Pelayanan Kesehatan Dr.dr.Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes, MH.Kes.

 

KANKER merupakan penyakit ganas yang ditakuti masyarakat luas. Di Indonesia sendiri, kanker menjadi salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian.

Untuk mencegah kanker, masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, agar menjaga imunitas tubuh tetap prima, minum jamu setiap hari juga bisa menjadi cara pencegahan kanker.

"Untuk langkah preventif, ada beberapa ramuan yang ada di formularium herbal Indonesia. Di situ ada bisa kita racik ramuan pencegah kanker yang mengandung antioksidan tinggi sehingga kita tidak jadi sakit," Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Ditjen Pelayanan Kesehatan Dr.dr.Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes, MH.Kes, di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis (30/1).

Ina menuturkan, ramuan yang memiliki antioksidan tinggi yakni ciplukan, kunyit putih, sambiloto, sirsak, dan temu kunci. Antioksidan dialam ramuan tersebut akan menjaga sel tubuh untuk terus berfungsi dengan baik sehingga tidak terjadi kerusakan.

Di samping itu, menurut Ina, jamu juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker yang telah berada di taraf paliatif. Namun, jamu memang tidak dapat menyembuhkan kanker. Hanya saja, jamu berfungsi untuk membuat pasien kanker tetap merasa bugar dan meminimalisir efek samping akibat kemoterapi.

"Pemanfaatan jamu untuk paliatif. Orang stadium lanjut yang tidak bisa diapa-apain lagi supaya dia hidupnya tidak sakit, enak, walaupun sebentar lagi hidupnya, kita bisa tingkatkan kualitas hidup mereka dengan jamu," ucapnya.

"Jamu bisa meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi efek samping kemoterapi. Dan jamu ini tidak menyebabkan kanker," imbuh Ina.

Yang terpenting, kata Ina, masyarakat harus menjauhi faktor risiko penyebab kanker. Pola hidup sehat perlu diterapkan agar sel dan organ dalam tubuh tetap berfungsi dengan baik.

"Kita harus hindari faktor risiko terjadinya kanker, kegemukan, minum minuman alkohol, stres berat, makanan junk food, merokok. Itu semua bisa diatasi dengan jamu," tuturnya. (Ata/OL-09)

Baca Juga

 MI/VICKY GUSTIAWAN

Kasus Aktif Covid-19 Turun 6,7 Persen

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 06:08 WIB
Kasus aktif covid-19 pada 20 September 2020 turun 6,7 persen menjadi 16,93 persen dari 23,6 persen pada 20 September...
ANTARA/PTFI

Dua Spesies Baru Kepiting Ditemukan di Area Kerja Freeport

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:37 WIB
Dua spesies baru kepiting bernama Typhlocarcinops robustus dan Typhlocarcinops raouli ditemukan di kawasan muara Ajkwa, area kerja PT...
Sumber: AFP/WHO/Tim Riset Mi-NRC/ Grafis: SENO

Reinfeksi Covid-19 Nyata Adanya

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:30 WIB
Antibodi ialah zat yang dibentuk dalam darah untuk melawan bakteri dan virus. Seperti pada wabah SARS dan MERS, antibodi menurun seiring...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya