Kamis 30 Januari 2020, 15:17 WIB

Pekan Ini, Gelombang Panas Serang Australia

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Pekan Ini, Gelombang Panas Serang Australia

AFP/ROB GRIFFITH
Gelombang panas sebabkan kebakaran hutan

 

SAAT ini Australia bersiap menghadapai gelombang panas yang diperkirakan melanda negara tersebut dan dikhawatirkan dapat menimbulkan kebakaran hutan.

Negara bagian Australia Selatan suhu udara mencapai di atas 40 derajat Celcius (104 derajat Fahrenheit), Kamis (30/1), dimana peringatan cuaca kebakaran berbahaya dikeluarkan di beberapa daerah rawan kebakaran.

Gelombang panas juga diperkirakan akan mencapai Melbourne dan Canberra pada hari Jumat, (31/1) sebelum bagian-bagian Sydney mencapai 45 derajat Celcius pada akhir pekan

Pihak berwenang mengatakan, panas yang membakar disertai angin kering akan membawa kondisi kebakaran hutan yang parah di bagian New South Wales dan Victoria di mana lebih dari 80 kebakaran masih menyala di kedua Negara.

"Kami mendapatkan manfaat dari beberapa kondisi yang jinak selama beberapa hari terakhir. Namun, seperti yang telah kami dengar, cuaca akan menjadi panas dan kering," kata Komisaris Layanan Darurat Victoria Andrew Crips.

Ia pun mendesak warga untuk bersiap-siap menghadapi kebakaran hutan yang diperkirakan akan kembali terjadi.

"Jika kamu menunggu sampai kamu melihat asap atau api di depan pintu rumah mu, itu sudah terlambat. Kamu harus keluar lebih awal," himbaunya.

Cuaca ekstrem telah menghantam beberapa bagian Australia dalam beberapa pekan terakhir, membawa hujan es raksasa, banjir dan tanah longsor.

Ancaman kebakaran baru datang saat New South Wales wilayah kebakaran hutan terparah, mengumungkan penyelidikan atas musim kebakaran hutan yang dahsyat. Yang telah menewaskan sedikitnya 32 orang dan menghancurkan sebagian besar negara itu sejak September.

"Skala kebakaran ini belum pernah terjadi sebelumnya dan kita harus menyelesaikannya tanpa ada yang terlewat," ucapnya, se,mbari menyebutkan, penyelidikan ini akan memungkinkan New South Wales untuk belajar dari kondisi yang di hadapi pada musim ini, dan menerapkan pembelajaran untuk masa yang akan datang.

Krisis berbulan-bulan telah memicu seruan baru bagi Pemerintah konservatif Australia untuk segera mengambil tindakan terhadap perubahan iklim, dengan protes yang mendesak Perdana Menteri Scott Morrison untuk mengurangi ketergantungan negara pada batu bara.

Para ilmuan mengatakan, bencana kebakaran hutan Australia diperburuk oleh perubahan iklim yang terjadi, kekeringan yang dahsyat mengubah hutan menjadi kotak-kotak dan memungkinkan api menyebar dengan cepat.

Morrison mengakui adanya hubungan antara kebakaran hutan yang dahsyat dengan pemanasan global, dia mengatakan pemerintahannya akan fokus pada adaptasi iklim dan membangun ketahanan daripada langkah-langkah untuk mengurangi emisi. (Afp/OL-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More