Prestasi Anak Indonesia di Ajang Grammy

Penulis: dio/fik/M-5 Pada: Minggu, 14 Feb 2016, 14:00 WIB Hiburan
Prestasi Anak Indonesia di Ajang Grammy

AFP/PASCAL PAVANI

AJANG penghargaan musik tertinggi, Grammy Awards, akan diumumkan secara resmi di Staples Center in Los Angeles, Amerika Serikat, besok waktu setempat.

Di ajang yang digelar untuk ke-58 kalinya ini, musikus Indonesia, Joey Alexander, masuk sebagai nomine.

Tak tanggung-tanggung, pianis berusia 12 tahun itu berpeluang meraih trofi di dua kategori, yakni best jazz instrumental album dan best improvised jazz solo.

Joey juga akan tampil di acara pembukaan ajang penghargaan musik paling bergengsi itu.

Seperti dikutip situs resmi penyelenggara Grammy Awards, untuk kategori pertama itu, album milik Joey My Favorite Things bersaing dengan album Breathless milik Terence Blanchard feat The E-Collective serta Covered: Recorded Live At Capitol Studios kepunyaan Robert Glasper & The Robert Glasper Trio.

Selain itu, ada pula Beautiful Life milik Jimmy Greene serta Past Present-nya John Scofield, gitaris dan komposer jazz kenamaan yang telah malang melintang sejak 70-an.

Meski demikian, peluang Joey di kategori itu cukup besar.

Sebab, albumnya itu pernah dinobatkan sebagai album jazz terbaik 2015 versi Itunes.

Untuk kategori best jazz improvised solo, lagu milik Joey, Giant Steps, lagi-lagi harus bersaing dengan Scofield dengan tembang andalannya Past Present yang sekaligus jadi judul albumnya.

Untuk kategori itu, nomine lainnya ialah Cherokee (Christian McBride), Arbiters Of Evolution (Donny McCaslin), serta Friend Or Foe (Joshua Redman).

Selain Joey, di ajang Grammy Awards tahun ini ada juga musikus Indonesia lainnya yang masuk nomine.

Dia ialah Sari Simorangkir.

Namun, Sari berbeda dengan Joey yang merilis album individu.

Namanya cuma masuk album Covered: Alive in Asia, sebuah album kompilasi yang digagas Israel & New Breed.

Album bertema rohani itu masuk nominasi best gospel album.

Israel & New Breed ialah grup yang juga beranggotakan Israel Houghton. Israel & New Breed merekam album kompilasi itu di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan dan melibatkan musisi setempat.

Lagu ciptaan Sari yang berjudul Kau Rajaku menjadi lagu pembuka album itu.

Pengamat musik Wendi Putranto menilai hal itu merupakan pencapain musikus Indonesia yang luar biasa, khususnya bagi Joey.

"70 tahun Indonesia merdeka belum ada yang seperti ini. Selain masuk nominasi Grammy, Joey juga masuk chart Billboard. Itu menjadi hal yang inspiratif untuk semua musikus Indonesia, tidak hanya yang bergenre jazz, terutama mereka yang generasi muda dan baru mau jadi musisi," ungkapnya saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (12/2).

Penampilan Joey di malam puncak, lanjut Wendi, menjadi indikator paling kuat kalau dia akan memenangi nominasi.

"Saya yakin dia akan menang. Paling tidak satu piala dari nominasi. Dari dulu, penampilan musikus jazz di Grammy jarang terjadi. Terakhir itu Tony Bennett duet dengan Lady Gaga. Sekarang luar biasa banget Joet tampil sendirian diiringi trio musikus pengiringnya yang senior-senior," papar Wendi.

Seperti yang diketahui, nama Joey terdengar sejak penampilannya di Java Jazz.

Banyak orang berharap dirinya bisa main di Java Jazz tahun ini lagi.

"Sebelum masuk Grammy, belum ada yang tahu anak 12 tahun ini, bahkan media di Indonesia juga tidak memberitakan dia siapa. Tapi dia tahu-tahu masuk Grammy. Ketika semuanya terjadi di Amerika, kita baru kaget."

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More